Polemik penambangan di wilayah laut menggunakan PIP yang dikelola BUMD Bangka Barat Sejahtera kami harap segera diakhiri karena akan merugikan warga nelayan...Muntok (Antara Babel) - Sejumlah nelayan di Desa Belolaut Muntok meminta DPRD Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong dihentikannya operasional ponton isap produksi (PIP) yang melakukan penambangan timah di wilayah perairan laut desa itu.
"Polemik penambangan di wilayah laut menggunakan PIP yang dikelola BUMD Bangka Barat Sejahtera kami harap segera diakhiri karena akan merugikan warga nelayan. Kami berharap DPRD Kabupaten mendengarkan keluhan warga nelayan," kata Antoni, tokoh masyarakat nelayan Belolaut di Muntok, Senin.
Hal ini dikatakannya pada audiensi antara sekitar 100 warga nelayan dengan anggota DPRD setempat yang digelar di Kantor DPRD kompleks Pemkab Bangka Barat mulai pukul 14.30 hingga 16.00 WIB.
"Hasil tangkapan kami terus berkurang, terumbu karang dan ekosistem laut akan semakin rusak terkena dampak aktivitas penambangan tersebut," kata dia.
Selain itu, kata dia, operasional PIP telah menimbulkan polemik sosial di tengah masyarakat yang bisa mengakibatkan situasi keamanan dan ketertiban tidak kondusif.
Perwakilan nelayan tolak tambang laut tersebut diterima sejumlah anggota DPRD Kabupaten setempat, antara lain Ketua Komisi II Yuhanis, Dafitri, Nendar Firdaus, Rusdian, M Kasim, Adi Sucipto, Alha Agus.
"Kami berjanji akan menindaklanjuti masukan masyarakat dan akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait operasi PIP agar tidak terjadi konflik horizontal antardua kelompok masyarakat di desa tersebut," kata Yuhanis.
Setelah melalui pembahasan berdasarkan masukan dari pihak pengelola dan masyarakat, pada kesempatan itu DPRD Kabupaten Bangka Barat memutuskan untuk menghentikan sementara operasi PIP di wilayah perairan tersebut sebagai upaya antisipasi terjadinya konfik antarkelompok warga.
Pada audiensi itu, tampak hadir Dirut BUMD BBS Abang Faisal, Kabag Operasi Kompol Candra Kurnia, Kasat Reskrim AKP M Saleh, Kasat intel AKP Anwar Panuju.
Audiensi berjalan cukup menegangkan dan sebagai upaya antisipasi terjadinya bentrok antarwarga, Kepolisian Resor Bangka Barat menerjunkan sebanyak 20 personel Sabhara di luar dan dalam gedung pertemuan.
Suasana sempat sedikit tegang, bahkan personel juga sempat memberikan pengawalan khusus kepada Direktur BUMD BBS saat datang ke lokasi pertemuan.
Kabag Operasi Kompol Candra mengimbau agar warga tetap proaktif dalam menciptakan situasi aman kondusif dan tidak mudah terprovokasi isu yang bisa memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban di daerah itu.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.