Alhamdulillah hari pertama pelaksanaan UNBK berjalan lancar sesuai waktu yang ditetapka.
Toboali (Antara Babel) - Bupati Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Justiar Noer meminta PT PLN tidak mematikan listrik selama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) berlangsung untuk meningkatkan prestasi siswa di daerah itu.

"Alhamdulillah hari pertama pelaksanaan UNBK berjalan lancar sesuai waktu yang ditetapkan," kata Justiar Noer usai memantau UNBK di beberapa sekolah di Toboali, Senin.

Bupati bersama Ketua Tim Pengerak PKK Bangka Selatan memantau UNBK di SMAN 1 Toboali, SMA Muhammadiyah, SMKN 1 Toboali dan SMK Yapentob.

Justiar mengatakan kesiapan sekolah dalam menyediakan layanan internet dan komputer serta fasilitas penunjang UNBK lainnya sudah memadai, sehingga dipastikan UN sistem semi online ini berjalan lancar.

"Saat ini kita mengkhawatirkan pemadaman listrik, karena jika listrik mati akan mengganggu konsentrasi siswa mengerjakan soal ujian, pada akhirnya mengganggu prestasi siswa," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diharapkan dalam pelaksanaan UNBK ini tidak ada pemadaman listrik dari pihak PLN sehingga pelaksanaan UNBK ini dapat berjalan dengan lancar.

"Semoga dalam pelaksanaan UNBK ini tidak ada pemadaman lampu atau listrik," harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Eddy Supriadi mengatakan UNBK diikuti 972 siswa yang terdiri dari 545 siswa SMA/MA dan 348 peserta Paket C.

"UNBK berlangsung selama enam hari dengan jadwal satu mata pelajaran untuk satu hari. Pada hari pertama ini para siswa mengerjakan soal Bahasa Indonesia," ujarnya.

Pewarta: Juniardi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026