Memang pembangunan tidak bisa disamakan di kedua daerah itu karena orientasi skala prioritasPangkalpinang, (ANTARA Babel) - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eko Maulana Ali mengingatkan agar masyarakat tidak mendikotomi atau pemisahan dalam hal pembangunan antara Bangka dan Belitung.
"Jangan ada dikotomi antara Bangka dan Belitung, karena pemerintah melakukan pembangunan dengan fokus dan rasa tanggung jawab yang sama," kata Gubernur Eko di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ke-12 di Pangkalpinang, Rabu.
Eko melanjutkan, jika memang ditemukan ketidakseimbangan perkembangan pembangunan di Bangka dan Belitung, itu disebabkan karena pemerintah melakukan skala prioritas dalam membangun.
"Memang pembangunan tidak bisa disamakan di kedua daerah itu karena orientasi skala prioritas, Belitung dikembangkan sebagai daerah wisata yang memang menyerap anggaran kepariwisataan terbesar, dan Bangka dikembangkan untuk prioritas lain, sehingga memang progress pembangunannya berbeda," kata Gubernur.
Apalagi, kata Gubernur, Belitung sudah dikenal kepariwisataannya di kancah dunia internasional, oleh sebab itu, fokus pembangunan kepariwisataan terus menjadi prioritas.
"Sekali lagi, jangan ada dikotomi dalam melihat hasil pembangunan di Bangka dan Belitung, itu sangat berbahaya bagi persatuan kita," Gubernur menegaskan.
Pada usia Babel yang memasuki angka 12, Gubernur berharap masyarakat Bangka dan Belitung semakin bersatu padu dalam memajukan daerah yang kaya timah, lada dan keindahan alam pantainya tersebut.
"Ini adalah HUT kita bersama, provinsi ini bisa seperti ini karena usaha kita bersama, maka mari kita bersatu untuk menjadikan Babel lebih baik lagi di masa yang akan datang," ujar Gubernur.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menjadi provinsi sendiri bersama Banten dan Gorontalo pada tahun 2000. Sebelumnya, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti Pulau Lepar, Pulau Pongok, Pulau Mendanau dan Pulau Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau.
Editor : Ida
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.