Pangkalpinang (Antara Babl) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi meminta Satuan Polisi Pamong Praja untuk lebih humanis dalam menegakan peraturan daerah, guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di era-globalisasi.

"Kita berharap Satpol PP lebih humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas menciptakan kondusifitas di era-keterbukaan informasi," kata Rustam Effendi usai peringatan HUT Satpol PP ke-54 di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan kinerja Satpol PP berhubungan langsung dengan masyarakat, sehingga tidak mungkin wibawa pemerintahan tetap terbangun jika aparatur penegak regulasi tidak berkompeten.

"Peran Satpol PP semakin strategis dengan masuknya urusan ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat dalam urusan wajib pemerintahan," ujarnya.

Ia menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pola sikap dan perilaku serta kualitas sumber daya manusia petugas Satpol PP harus diperhatikan, sehingga mampu menjalankan tugas, kewajiban serta kewenangannya yang secara tegas.

Selain itu, sarana prasarana harus disediakan agar Satpol PP dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar dirasakan seluruh lapisan.

"Saat ini kebutuhan sarana prasarana pendukung kinerja Satpol PPmasih kurang memadai, sehingga menjadi salah satu alasan belum optimal standar pelayanan kepada masyarakat.

Seharusnya, kata dia, ada dana alokasi khusus melalui APBN untuk memberi perhatian penyedian sarana prasarana Satpol PP ini.

"Apabila pelayanan yang diberikan tidak maksimal, maka secara real time dapat terpublikasi melalui komunikasi sosial online," ujarnya.

Menurut dia, upaya pembangunan sangat mustahil terlaksana jika ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat belum direalisasikan, karena Satpol PP merupakan perangkat utama bagi jalannya roda pemerintahan.

"Satpol PP diharapkan lebih mengedepankan sisi-sisi preemtif dan preventif melalui mekanisme persuasif dan pencegahan, sehingga wajah Satpol PP tidak lagi nampak garang di masyarakat," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026