Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengevaluasi hasil sementara kegiatan Sensus Ekonomi 2016 yang berjalan selama 11 hari guna menyusun strategi dan mencari solusi kendala petugas dalam pendataan usaha masyarakat.
"Saat ini masih banyak responden yang tidak mau didata sehingga dapat menghambat kegiatan sensus ekonomi yang telah berjalan 11 hari ini," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Rabu.
Untuk itu, kata dia, pihaknya bersama seluruh pegawai, kepala BPS di kabupaten/kota, koordinator kecamatan, pengawas petugas lapangan mengelar rapat evaluasi, agar kegiatan sensus ekonomi sesuai SOP dan data usaha masyarakat yang diperoleh lengkap, valid.
"Kegiatan evaluasi ini untuk mencari solusi kendala-kendala petugas dalam mendata usaha masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan kendala petugas sensus di lapangan diantaranya responden tidak mau didata, sulit ditemui, bahkan ada petugas sensus yang ditolak responden.
"Kami telah menyosialisasikan kegiatan sensus ekonomi ini melalui media massa cetak, elektronik, baleho, seminar dan lainnya, namun masih ada kendala-kendala yang ditemukan di lapangan," ujarnya.
Menurut dia kegiatan evaluasi hasil sensus beberapa hari sangat penting, untuk mengantisipasi dan melakukan upaya, strategi agar kendala-kendala di lapangan dapat terselesaikan dengan baik.
"Kami akan langsung turun ke lapangan untuk melihat, mengawasi petugas sensus dalam mendata usaha masyarakat," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya akan memberikan strategi, medampingi petugas untuk menghadapi responden yang tidak mau didata, sulit ditemui dan lainnya, agar masalah-masalah yang mereka hadapi dapat teratasi dengan baik.
"Meski petugas sensus ini telah mendapatkan pelatihan, namun masih ada yang belum paham dan bisa menghadapi responden," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, diharapkan responden untuk menerima petugas sensus dan memberikan data usaha dengan jujur, agar data yang diperoleh sesuai dengan kondisi riil di lapangan, harapnya.
