Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan volume barang yang dimuat di pelabuhan pada November 2025 sebanyak 322.229 ton atau turun sebesar 6,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya 343.741 ton.
"Selama November 2025 bongkar muat barang di Pelabuhan turun, karena ekonomi masyarakat yang masih melesu," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan penurunan volume barang yang dimuat terbesar terjadi pada Pelabuhan Pangkalbalam sebesar 38,33 persen, diikuti Pelabuhan Tanjung Pandan sebesar 11,64 persen.
"Selama Januari hingga November 2025, volume barang yang dimuat mengalami peningkatan 11,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," katanya.
Ia menyatakan penurunan volume juga terjadi pada kegiatan bongkar barang pelabuhan selama November 2025 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 4,64 persen menjadi 159,98 ribu ton.
Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan volume bongkar terbesar terjadi pada pelabuhan Tanjung Pandan sebesar 14,56 persen, Pangkalbalam 9,06 persen, Sadai-Toboali sebesar 5,93 persen dan Tanjung Kalian sebesar 1,74 persen.
"Selama Januari hingga November 2025, volume barang yang dibongkar mengalami peningkatan 5,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.
Ia menambahkan secara garis besar pada November 2025, aktivitas muat barang lebih besar dibandingkan aktivitas bongkar.
"Pelabuhan Pangkalbalam menjadi pelabuhan muat dan bongkar tersibuk se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibandingkan pelabuhan lain pada bulan ini," katanya.
