"Pola integrasi sapi-sawit yang kami tawarkan sejak tahun lalu sampai saat ini belum ada yang menyambut, padahal jika dijalankan akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak,"Muntok (Antara Babel) - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung Suhadi mengungkapkan pengembangan ternak pola integrasi sapi-sawit kurang diminati perusahaan perkebunan di daerah itu.
"Pola integrasi sapi-sawit yang kami tawarkan sejak tahun lalu sampai saat ini belum ada yang menyambut, padahal jika dijalankan akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak," ujar Suhadi di Muntok, Kamis.
Ia menjelaskan, integrasi sapi-sawit atau pola pengembangan ternak sapi dalam perkebunan kelapa sawit menguntungkan perusahaan perkebunan karena kotoran sapi akan menjadi pupuk alami bagi tanaman sawit, sehingga akan menekan biaya perawatan, Selain itu, sapi-sapi yang dipelihara dengan pola penggembalaan ini juga akan membantu perawatan karena mereka memakan berbagai jenis rumput yang berada di lingkungan perkebunan.
"Bagi peternak, pola integrasi ini juga menguntungkan, peternak tidak perlu jauh-jauh mencari pakan ternak karena sudah tersedia di lahan perkebunan itu,Peternak tinggal menjaga, pagi melepas ternak dan sorenya menuntun ternak masuk ke kandang, sementara siangnya masih bisa beraktivitas lain seperti biasa," kata dia.
Ia mengatakan, di daerah itu baru terdapat satu lokasi pengembangan integrasi sapi-sawit yang didanai melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten yang berlokasi di Kecamatan Kelapa dengan populasi ternak sekitar 20 ekor.
"Kelompok ternak itu mengembangkan di lahan perkebunan milik pribadi, bukan milik perusahaan. Ini kami harapkan bisa menjadi percontohan bagi peternak dan perusahaan perkebunan untuk bersama-sama meningkatkan populasi ternak sapi di Bangka Barat," kata dia.
Ia yakin, jika perusahaan perkebunan sawit memiliki komitmen kuat untuk membantu daerah meningkatkan jumlah populasi sapi, pola tersebut akan mampu mendongkrat terwujudnya target peningkatan piopulasi lebih cepat dari yang diperkirakan.
"Saat ini target kami meningkatkan jumlah sapi yang ada meningkat 20 persen per tahun, namun jika pola integrasi itu diterapkan, kami yakin target itu akan mampu terlampaui dan kualitas sapi meningkat karena pengembangannya lebih alami," katanya.
Populasi sapi di Bangka Barat saat ini sebanyak 1.030 ekor yang terdapat di tujuh kelompok binaan dengan jumlah anggota 56 orang yaitu sebanyak 210 ekor dan 820 ekor sisanya dipelihara peternak perorangan.
Dengan jumlah populasi sapi saat ini dan target peningkatan 20 persen, kami perkirakan untuk mencapai swasembada daging di Bangka Barat baru akan tercapai 20 tahun ke depan, namun jika pola integrasi sapi-sawit tersebut dikembangkan di seluruh perusahaan, swasembada sapui akan lebih cepat tercapai, kata dia.
Pewarta: pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.