Para pakar forensik meyakini bahwa bukti-bukti penemuan baru ini yang menggunakan malware pada serangan terhadap nasabah beberapa waktu lalu adalah kejadian yang tak terpisah, melainkan sebagai bagian dari kampanye (serangan) adaptif yang menyasar baJakarta (Antara Babel) - SWIFT, jejaring pesan keuangan global yang digunakan bank-bank seluruh dunia dalam transfer miliaran dolar AS setiap hari, memperingatkan bahwa kasus serangan siber kedua yang baru-baru ini terjadi ternyata serupa dengan kasus pertama serangan siber yang menimpa bank sentral Bangladesh sehingga peretas sukses membobol 81 juta dolar AS (Rp1,09 triliun) Februari silam.
"Para pakar forensik meyakini bahwa bukti-bukti penemuan baru ini yang menggunakan malware pada serangan terhadap nasabah beberapa waktu lalu adalah kejadian yang tak terpisah, melainkan sebagai bagian dari kampanye (serangan) adaptif yang menyasar bank-bank," kata SWIFT.
Juru bicara SWIFT mengatakan kasus serangan kedua menyasar sebuah bank komersial, tetapi nama bank ini tidak disebutkan oleh SWIFT, demikian Reuters.
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.