Barcelona (Antara Babel) - Pebalap muda asal Belanda Max Verstappen mengukir sejarah di Formula 1 sebagai pemenang balapan dengan usia termuda pada Minggu di Grand Prix Spanyol yang sensasional, di mana dua pebalap yang tampil dominan Lewis Hamilton dan Nico Rosberg bertubrukan dan tersingkir pada putaran pembukaan.    
   
Verstappen, yang baru berusia 18 tahun dan melakukan debutnya untuk tim mantan juara dunia setelah dipromosikan dari tim junior Toro Rosso sepekan sebelumnya, mengungguli pebalap Ferrari Kimi Raikkonen -- yang berusia 36 tahun -- sebanyak 0,616 detik.

Verstappen juga menjadi pebalap termuda yang naik podium dan pebalap pertama asal Belanda yang memenangi balapan sejak kejuaraan dimulai pada 1950.

Ayahnya Jos, yang dua kali naik podium saat masih membela Benetton sebagai rekan setim Michael Schumacher pada 1994 dan membalap melawan Raikkonen pada fase akhir kariernya, menyebut ini merupakan hari terbaik dalam hidupnya.

"Ini benar-benar esuatu keistimewaan yang tidak dapat dipercaya," ucapnya kepada para pewarta ketika pihak lain memuji bakat luar biasa putranya.

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel, mantan pebalap termuda yang memenangi balap berkat aksi gemilangnya di Grand Prix Italia 2008 saat masih membela Toro Rosso di usia 21 tahun, menghuni peringkat ketiga untuk Ferrari.

Keunggulan Rosberg telah terpangkas menjadi 39 angka, di mana Raikkonen naik ke peringkat kedua di klasemen menggeser Hamilton.

Impian pebalap Jerman itu untuk mendulang kemenangan kedelapan secara beruntun, dan kemenangan kelimanya musim ini, musnah ke gravel pada putaran pembukaan ketika ia dan juara bertahan Hamilton bertubrukan ketika bertarung untuk meraih posisi terdepan.

Kelihatannya hal itu akan menjadi topik utama pembicaraan pada hari itu di sirkuit yang kerap menampilkan balap-balap "formalitas" pada masa lalu, sampai Verstappen menulis ulang sejarah.

Ia kerap dinilai sebagai anak muda yang bahkan tidak dapat mengemudi di jalanan umum sampai tahun lalu, dan masuknya ia ke olahraga ini dipertanyakan banyak pihak.

"Saya menargetkan podium namun untuk dapat meraih kemenangan merupakan perasaan yang menakjubkan," kata Verstappen, yang lolos kualifikasi di urutan keempat sedangkan rekan setimnya yang berasal dari Australia Daniel Ricciardo menduduki urutan ketiga.

Riciardo berpeluang bergabung dengannya di podium, namun masalah pada mobilnya membuat ia hanya mampu finis di urutan keempat.

    
Pekerjaan yang tidak dapat dipercaya
   
"Saya tidak dapat mengingat penampilan debut seperti itu," kata ketua Red Bull Christian Horners, di mana miliarder pemilik minuman energi itu juga turut menyaksikan balapan ini.
   
"Anak itu melakukan pekerjaan yang tidak dapat dipercaya. Max tidak menaruh roda yang keliru sepanjang akhir pekan. Untuk memenangi balapan, menurut saya tidak seorangpun dapat memimpikannya."
   
Verstappen basah kuyup saat itu, berlama-lama di podium setelah para pebalap Ferrari turun dan menggenggam erat trofi kemenangannya.

Ketika Red Bull merayakan keberhasilannya, dan Ferrari menyelamatkan balapan yang terlihat sebagai salah satu balapan untuk dilupakan setelah Raikkonen dan Vettel lolos kualifikasi di urutan kelima dan keenam, Mercedes sedang menghapus luka internalnya.

Juara dunia tiga kali Hamilton memulai balapan dari posisi terdepan, dengan Rosberg di sebelahnya, namun balapan mereka berantakan setelah tiga tikungan.

Pebalap Jerman itu menyalip Hamilton melalui sisi luar tikungan satu, dan pebalap Britania itu kemudian tersingkir ke rumput ketika ia berusaha merebut kembali posisi terdepan.

Mobilnya miring ke samping dan menghantam mobil Rosberg, di mana kedua pebalap itu kemudian menuju ke gravel dan safety car pun dikeluarkan.    
   
"Itu bodoh, kami semestinya dapat memenangi balapan ini," kata ketua non eksekutif Mercedes Niki Lauda kepada BBC. "Lewis terlalu agresif. Saya perlu berbicara kepada mereka dan mendengar penjelasan mereka dan kemudian kita lihat saja apa yang akan terjadi."
   
Bagaimanapun, direktur motorsport Mercedes Toto Wolff menolak untuk menyalahkan siapapun.

"Dari perspektif tim, kami telah melihat gambar-gambar dan data dan itu bukan aksi memotong. Nico benar-benar bagus pada tikungan satu dan tikungan dua, Lewis berusaha menyusup, Nico menutup pintu."
   
"Saya akan berkata mari menunggu dan melihat apa yang dikatakan para steward. Ini bukan situasi di mana Anda dapat memberi atribut 100 persen kepada kesalahan."
   
Tubrukan itu mengakhiri harapan Mercedes untuk memperpanjang laju kemenangan tim menjadi 11 balapan, dan menyamai rentetan rekor kemenangan McLaren pada 1988.

Pebalap Finlandia Valtteri Bottas menghuni urutan kelima untuk Williams, sedangkan pebalap Spanyol Carlos Sainz menduduki urutan keenam untuk Toro Rosso. Pebalap Meksiko Sergio Perez berada di urutan ketujuh untuk Force India, dan pebalap Brazil Felipe Massa menghuni urutan kedelapan untuk Williams.

Pebalap Britania Jenson Button mencetak angka untuk McLaren dengan menduduki urutan kesembilan, sedangkan pebalap asal RUsia Daniil Kvyat, pebalap yang posisinya di Red Bull digantikan Verstappen, menghuni urutan kesepuluh untuk Toro Rosso.


Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026