"Kita cek satu per satu, harapannya di bulan-bulan seperti ini, realisasi anggaran seharusnya sudah mencapai 70 persen, supaya nanti di akhir tahun, realisasinya bisa mencapai 90 persen bahkan bisa lebih," kata Pj Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu di Pangkalpinang, Selasa.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel dr Andri Nurtito mengungkapkan bahwa serapan anggaran di instansinya, masih terus berproses.
Ia mengatakan beberapa mata anggaran, memang direncanakan untuk realisasi di Triwulan ke-IV, diantaranya alokasi klaim PBI JKN (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional) atau yang biasa dikenal dengan klaim BPJS.
"Untuk yang berkisar 20 persen itu alokasi untuk klaim PBI JKN, pak Pj Gubernur, boleh dikatakan anggaran belanja mudah yang realisasinya sudah pasti bisa dilakukan, sehingga kami bisa memperkirakan di akhir tahun realisasi anggaran kami bisa diatas 96 persen," katanya.
Hal senada, diungkapkan juga oleh para Kepala OPD lainnya yang secara bergantian menjelaskan terkait hambatan dan penyelesaian yang akan diupayakan, supaya anggaran dapat terserap maksimal sesuai harapan Pj Gubernur, yakni di atas 90 persen.
Selain menyoal serapan anggaran TA 2023, dalam pertemuan tersebut dibahas juga strategi efisiensi dalam penyusunan anggaran TA 2024. Hal tersebut perlu dilakukan, sebab secara nasional anggaran bersumber transfer pusat ke daerah berkurang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Dari hitungan yang ada, di tahun 2024 memang dimungkinkan terjadi defisit, ini terjadi karena anggaran transfer dari pusat berkurang cukup banyak, harapannya masing-masing OPD bisa efisien dan betul-betul menghitung secara cermat sehingga anggaran yang terbatas bisa tetap tepat guna untuk masyarakat," kata Pj Gubernur Suganda.
Sementara itu Pj Gubernur Suganda menambahkan bahwa dirinya akan secara optimal mengawal hal tersebut, diantaranya dengan memberikan reward dan punishment terkait realisasi anggaran.
Ia menyebutkan hal itu perlu dilakukan sebab realisasi anggaran merupakan salah satu indikator tercapainya output serta outcome dari program di OPD, sehingga masyarakat Kepulauan Babel dapat merasakan manfaat dari program yang telah dianggarkan.
" Reward dan punishment pasti ada, nanti kita lihat siapa yang berkinerja dengan baik, tentu nanti akan kita evaluasi bersama," tutupnya.
Pewarta: Chandrika Purnama DewiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.