Selama ini kami bingung untuk memasarkan berbagai barang kerajinan berbahan kerang yang kami produksi, kami berharap terbentuknya KIM di Kabupaten Bangka Barat akan mendongkrak usaha kam.
Muntok (Antara Babel) - Perajin di Muntok, Kabupaten Bangka Barat memanfaatkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memasarkan berbagai produk kerajinan.

"Selama ini kami bingung untuk memasarkan berbagai barang kerajinan berbahan kerang yang kami produksi, kami berharap terbentuknya KIM di Kabupaten Bangka Barat akan mendongkrak usaha kami," kata perajin cangkang kerang, Nining di Muntok, Selasa.

Menurut dia, sosialisasi sekaligus pembentukan KIM di Bangka Barat yang dilaksanakan Diskominfo Babel merupakan langkah nyata dari pemerintah sesuai yang diharapkan para pelaku usaha kecil di daerah itu.

"Selain diberikan materi manfaat dan pentingnya keberadaan KIM, kami juga dibuatkan alamat jejaring sosial yang dikaitkan dengan KIM di seluruh Babel," kata dia.

Ia mengharapkan, bantuan tersebut mampu meningkatkan hasil penjualan berbagai produk kerajinan yang diproduksinya.

"Selama ini kami hanya bisa menjual di melalui koperasi, gerai UKM dan kios Dekranasda, dengan adanya KIM tersebut kami berharap pasar semakin luas," kata dia.

Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat Argotirto Muntok, Marcus Saleh berharap dengan adanya KIM di daerah itu akan mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di daerah itu.

"Semakin besar pesanan akan semakin tinggi produksi kami yang tentunya akan semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan," kata produsen tepung umbi tersebut.

Namun, menurut dia, para perajin harus mampu mengukur diri dalam produksi, jangan sampai setelah datang permintaan barang dalam kapasitas besar tidak bisa memenuhi.

"Kami berharap para perajin bisa bijaksana dan mengukur kekuatan produksi masing-masing dan tetap hati-hati dalam berbisnis, jangan sampai mengecewakan konsumen agar usaha tetap bisa berjalan," kata dia.  


Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026