Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Dian Firnandy, di Sungailiat, Senin mengatakan, posko pangan merupakan tindak lanjut dari program 100.000 posko pangan kerjasama dengan Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI), Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA) dengan Kadin Indonesia serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Dengan tersedianya posko pangan, diharapkan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan bagi pemilik warung dan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau," kata dia.
Dengan harga kebutuhan pangan yang murah dibanding dengan harga di pasar tradisional, kata dia, menjadi solusi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Posko pangan yang didukung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini sejalan dengan ekonomi kerakyatan dan kegotongroyongan yang menjadi spirit perekonomian usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tingkat lapisan masyarakat sekaligus membantu mengendalikan inflasi maupun kelangkaan bahan pokok.
Posko pangan merupakan langkah konkret kewirausahaan mensinergikan sektor pangan dalam menjaga stabilitas harga pangan dan ketersediaan pasokan di tingkat RT/RW, pedesaan, kelurahan hingga kecamatan.
"Saya memberikan apresiasi besar kepada salah satu pemilik warung di Taman Pesona Bangka yang bersedia menjadi posko pangan," ujarnya.
Pewarta: KasmonoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.