Hanya NTP subsektor peternakan yang mengalami kenaikan sebesar 0,76 persen.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Mei 2016 mengalami penurunan sebesar 0,42 persen dibanding April 2016 yaitu dari 103,65 menjadi 103,21.

"Penurunan ini disebabkan perubahan indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Sabtu.

Subsektor yang mengalami penurunan NTP yaitu tanaman pangan 1,63 persen, hortikultura 1,24 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,10 persen dan subsektor perikanan 0,08 persen.

Hanya NTP subsektor peternakan yang mengalami kenaikan sebesar 0,76 persen, ujarnya.

Ia mengatakan, indeks harga yang diterima petani (It) pada Mei 2016 mengalami penurunan sebesar 0,37 persen dibandingkan dengan angka April 2016 dari 121,93 menjadi 121,49.

"Penurunan itu terjadi karena turunnya It pada hampir seluruh subsektor, hanya It subsektor peternakan yang mengalami kenaikan sebesar 0,81 persen," ujarnya.

Sementara itu It subsektor tanaman pangan turun sebesar 1,59 persen, hortikultura 1,23 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,05 persen dan It subsektor perikanan turun 0,07 persen.

Selanjutnya, indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Mei 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen bila dibandingkan April 2016 yaitu dari 117,64 menjadi 117,71. Kenaikan itu disebabkan oleh naiknya Ib diseluruh subsektor.

Subsektor tanaman pangan sebesar 0,04 persen, hortikultura 0,12 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,05 persen, peternakan sebesar 0,05 persen dan subsektor perikanan naik sebesar 0,01 persen.

Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026