"Dengan adanya penambahan pasokan, maka stok beras di gudang Bulog cukup hingga awal 2014,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Perum Bulog Subdivre Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), menambah stok beras sebanyak 3.000 ton untuk memperkuat ketersediaan beras dan menekan kenaikan harga beras di daerah itu.

"Dengan adanya penambahan pasokan, maka stok beras di gudang Bulog cukup hingga awal 2014," ujar Kepala Bulog  Subdivre Bangka, Eko Pranoto di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 5.300 ton dengan rincian stok beras di gudang Bulog Bangka sebanyak 3.982 ton dan sto beras di gudang Bulog Belitung sebanyak 1.318 ton.

"Stok beras ini hanya cukup untuk pendistribusian beras hingga Oktober 2013, sehingga perlu penambahan stok untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sasaran (RTS)," ujarnya.

Ia mengatakan penambahan stok beras sebanyak 3.000 ton akan disalurkan ke gudang Bulog Bangka sebanyak 2.000 ton dan gudang di Belitung sebanyak 1.000 ton.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, sebanyak 3.000 ton beras tersebut sudah tiba di gudang, sehingga warga tidak perlu kuatir akan terjadi kekurangan stok beras untuk memenuhi kebutuhannya," ujarnya.

Menurut dia, jumlah RTS penerima raskin di Pulau Bangka sebanyak 41.577 RTS tersebut tersebar di Kabupaten Bangka sebanyak 9.124 RTS, Bangka Barat sebanyak 4.744 RTS, Bangka Tengah sebanyak 6.972 RTS, Bangka Selatan sebanyak 3.890 RTS, Belitung sebanyak 7.589 RTS, Belitung Timur sebanyak 3.746 RTS dan Kota Pangkalpinang sebanyak 5.512 RTS.


Sementara itu, kuota beras untuk Polri dan HAM sebesar 87 ton per bulan dengan rincian Polri sebanyak 75 ton per bulan , HAM sebanyak 12 ton per bulan dan kebutuhan beras untuk Dinas Kesejahteraan Sosial disesuaikan permintaan dinas terkait untuk disalurkan dan membantu korban bencana alam.

"Kami menjamin stok beras aman untuk memenuhi konsumsi masyarakat dan kegiatan operasi pasar apabila terjadi kenaikan harga beras di pasaran yang memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu," ujarnya.

Ia mengatakan Provinsi Babel merupakan wilayah kepulauan yang ketergantungan pasokan beras dari daerah sentra produksi beras di Pulau Jawa dan Sumatera karena hasil pertanian padi di daerah itu masih rendah.

"Tingkat kerawanan dan kenaikan harga pangan di Babel cukup tinggi apabila pasokan pangan dari daerah sentra produksi tersendat," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026