Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Harga daging ayam broiler di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Rabu (28/11) mencapai Rp33.000 per kg atau naik ketimbang sebelumnya Rp30.000 per kg.

"Kenaikan ini terjadi karena penurunan jumlah stok barang di tingkat pedagang pengecer dan terjadi pelonjakan jumlah pembeli daging ayam," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel Ridwan di Pangkalpinang, Rabu.

Menurut dia, lamanya peningkatan harga daging ayam ini belum bisa dipastikan, karena tergantung kondisi stok barang di tingkat pedagang pengecer dan kemungkinan besar peningkatan ini akan bertahan hingga lima hari ke depan.

Sementara itu, untuk perkembangan harga daging lainnya masih bertahan normal karena pasokan barang dari lancar dan permintaan daging juga stabil.

Harga daging ayam kampung masih bertahan Rp50.000 per kg dan harga daging sapi murni/has Rp90.000 per kg.

"Berdasarkan pemantauan perkembangan harga kebutuhan pokok selama satu minggu terakhir masih bertahan normal, karena pasokan barang dari Jawa dan Sumatera lancar," katanya.

Menurut dia, untuk perkembangan harga beras kualitas medium merk 118 masih stabil dengan harga Rp9.500 per kg, gula pasir Rp12.000 per kg, minyak goreng bimoli botol Rp15.000 per 620 ml, merk fortune Rp11.500 per kg dan minyak goreng tanpa merk Rp7.000 per kg.

Selanjutnya harga tepung terigu kualitas medium Rp7.000 per kg dan merk cakra kembar Rp6.000 per kg.

Perkembangan harga cabai rawit yang sebagian masih bisa di pasok dengan hasil produk lokal harganya juga masih stabil yaitu untuk cabai rawit hijau Rp24.000 per kg, cabai rawit merah Rp22.000 per kg, cabai merah keriting Rp22.000 per kg dan cabai merah biasa Rp18.000 per kg.

Secara umum, Ridwan mengakui perkembangan harga barang di Pangkalpinang cenderung lebih tinggi dibanding harga barang di provinsi lainnya, karena sebagian besar barang yang masuk ke Babel merupakan pasokan dari jawa dan Sumatera, sehingga secara otomatis akan terbebani biaya pengiriman barang yang mengakibatkan tingginya harga jual barang di daerah tujuan.

Sementara itu, untuk mengantisipasi adanya kelangkaan barang, para pedagang distributor diminta untuk terus meningkatkan jumlah stok barang agar tidak terjadi peningkatan harga barang yang membebani konsumen.

"Untuk mengantisipasi adanya pelonjakan harga barang secara sepihak Disperindag Babel bekerja sama dengan Disperindag Kabupaten dan Kota untuk melakukan pemantauan secara rutin," tegasnya.


Editor : Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026