"Stok kacang kedelai cukup, namun harga kebutuhan tersebut naik karena permintaan meningkat dan biaya pendistribusian komoditas tersebut juga naik,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok kacang kedelai di distributor sembilan bahan pokok (Sembako) Provinsi Bangka Belitung (Babel), sebanyak 205 ton dan mencukupi untuk memenuhi permintaan warga selama puasa Ramadhan 1434 Hijriyah.


"Stok kacang kedelai cukup, namun harga kebutuhan tersebut naik karena permintaan meningkat dan biaya pendistribusian komoditas tersebut juga naik," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Husni Thambrin di Pangkalpinang, Jumat.


Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan petugas di lapangan, stok kacang kedelai sebanyak 205 ton tersebut tersebar di gudang distributor sembako tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur, misalnya, stok di UD Mawar sebanyak 35 ton.


Selanjutnya, stok kacang kedelai di Bangka Alam Sejahtera sebanyak 42 ton, Akon sebanyak 50 ton, CV Bina Purnama sebanyak 58 ton dan stok Toko Sumber Pelita sebanyak 20 ton.


"Saat ini, permintaan kacang kedelai didominasi pengusaha tempe dan tahu seiring meningkatnya konsumsi tahu dan tempe warga pada awal puasa Ramadhan, sehingga harga komoditas tersebut naik," ujarnya.


Ia mengatakan, harga kacang kedelai impor bertahan naik menjadi Rp9.000 dari harga sebelumnya Rp8.000 per kilogram dan harga kacang kedelai lokal naik menjadi Rp10 ribu per kilogram dari harga Rp9.000 per kilogram.


"Kenaikan harga kedelai ini masih wajar dan belum memberatkan pengusaha tempe, tahu dan warga lainnya," ujarnya.


Menurut dia, diperkirakan stok kacang kedelai ini akan terus bertambah karena distributor memasok komoditas tersebut dilakukan secara kontinue seiring kondisi cuaca di perairan masih aman untuk pelayaran kapal laut.


"Selama cuaca di laut masih aman, maka warga tidak perlu kuatir akan kekurangan stok dan kenaikan harga yang tinggi," ujarnya.


Ia mengatakan, untuk memenuhi permintaan kacang kedelai warga, Babel masih mengandalkan pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera, karena hasil pertanian lokal masih terbatas, seiring minat petani mengembangkan komoditas tersebut masih kurang.


"Selama ini harga kacang kedelai masih berdasarkan hukum pasar, yaitu apabila pasokan kurang dan permintaan meningkat maka pedagang akan menaikan harga komoditas tersebut, demikian juga sebaliknya, apabila pasokan lancar dan meningkat maka harga akan turun," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026