Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel) memaparkan data neraca satelit pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Pangkalpinang, Senin.

"Pemaparan ini bertujuan untuk memberikan data yang lebih detil pada pemerintah, para pelaku wisata atau siapa saja yang membutuhkan karena selama ini BPS memang belum mengelaborasi lebih dalam mengenai data kepariwisataan," kata Kepala BPS Babel, Teguh Pramono.

Dalam pemaparan, BPS menjelaskan mengenai dampak dan peranan pariwisata terhadap perekonomian di Kepulauan Bangka Belitung.

"Berdasarkan data yang dikumpulkan, pada 2011 kegiatan pariwisata memiliki dampak positif terhadap perekonomian di Babel," ujarnya.

Dampak ekonomi pariwisata Babel terhadap produksi barang dan jasa di daerah sebesar 4,89 persen atau Rp42,71 triliun. Ekonomi pariwisata Babel berdampak sebesar 4,84 persen atau sebesar Rp29,85 triliun terhadap nilai tambah sektoral Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sementara, dampak ekonomi pariwisata terhadap kesempatan kerja sebesar 3,06 persen atau mampu menyerap 0,59 juta orang tenaga kerja.

Ekonomi pariwisata juga berdampak bagi upah dan gaji sebesar 6,86 persen atau sebesar Rp5,68 triliun. Selain itu, ekonomi pariwisata juga berdampak pada penciptaan pajak sebesar 6,51 persen atau sebesar Rp0,52 triliun.

"Dibanding dengan provinsi lain, misalnya Riau, kontribusi ekonomi pariwisata Babel lebih besar, misalnya untuk PDRB Riau hanya Rp4,52 triliun,' kata Teguh.

Lebih lanjut Teguh mengatakan BPS akan memberikan pemaparan mengenai dampak pariwisata pada perekonomian untuk tahun-tahun selanjutnya.

"Kami menyadari pemaparan seperti ini penting bagi kemajuan pariwisata dan perekonomian kita, ke depan, kami akan berusaha menyajikan data seperti ini," katanya.


Editor : Ida

COPYRIGHT © ANTARA 2026