Yang tidak menempati bangunan khusus usaha itu seperti pedagang kaki lima, pedagang keliling, usaha di dalam rumah, usaha kaki lima dan lain sebagainya.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat pada sensus ekonomi 2016 jumlah usaha non pertanian di provinsi itu meningkat sebesar 70,3 persen atau menjadi sebanyak 127,4 ribu dari sebelumnya 74.800 usaha.
Berdasarkan hasil sensus ekonomi pada 2016 tercatat sebanyak 44.400 usaha yang menempati bangunan khusus tempat usaha, sedangkan 83.000 usaha tidak menempati bangunan khusus.
"Yang tidak menempati bangunan khusus usaha itu seperti pedagang kaki lima, pedagang keliling, usaha di dalam rumah, usaha kaki lima dan lain sebagainya," kata Kepala BPS Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi Babel cukup berat di era persaingan bebas karena lebih dari 65 persen usaha tidak menempati bangunan khusus untuk kegiatan usaha.
"Produktivitas dan daya saing kita perlu ditingkatkan lagi agar tidak kalah dalam menghadapai persaingan pasar bebas atau MEA," ujarnya.
Sementara itu, pada 2016 pertumbuhan usaha di Kabupaten Bangka Tengah mengalami kenaikan yang cukup signfikan yaitu sebesar 112 persen, Belitung 91,3 persen.
Kemudian Bangka 79,9 persen, Bangka Barat 72,6 persen, Kota Pangkalpinang 70,5 persen dan Kabupaten Belitung Timur 58,5 persen serta Bangka Selatan 20,4 persen.
Ia mengatakan, sensus ekonomi merupakan kegiatan pendataan lengkap atas seluruh unit usaha/perusahaan (kecuali sektor pertanian) yang berada dalam batas-batas wilayah suatu negara.
"Seluruh informasi dikumpulkan bermanfaat untuk mengetahui gambaran tentang struktur ekonomi suatu negara baik menurut wilayah, lapangan usaha, maupun skala usaha," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.