Tingginya daya beli sangat memengaruhi harga daging sapi, sebab harga masih berdasarkan mekanisme pasar.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga daging sapi di pasar-pasar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelang Idul Adha 2016 bervariasi karena tingkat permintaan yang berbeda di setiap pasar.

"Tingginya daya beli sangat memengaruhi harga daging sapi, sebab harga masih berdasarkan mekanisme pasar," kata Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Pangkalpinang, Eka Subehi di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan, hasil pantauan harga daging sapi dari lima pasar utama di kota ini hanya di Pasar Ratu Tunggal yang mengalami kenaikan harga menjadi Rp127.500 dari sebelumnya Rp117.500 per kilogram.

Sedangkan di Pasar Parit Lalang turun menjadi Rp116.000 dari sebelumnya Rp119.500 per kilogram, sementara itu di Pasar Pagi Kampung Melayu dan Jalan Irian masing-masing bertahan Rp120.000 per kilogram dan di Pasar Rumput bertahan Rp117.500 per kilogram.

"Kenaikan harga daging sapi di Pasar Ratu Tunggal mungkin karena minat warga berbelanja ke pasar itu lebih tinggi sebab pasar tersebut merupakan pasar induk di kota ini," katanya.

Menurut dia, pasokan daging sapi rata-rata didatangkan dari Madura untuk memenuhi permintaan konsumen dan biasanya gejolak harga memang terjadi saat menjelang perayaan hari besar keagamaan.

"Pedagang mengandalkan pasokan dari daerah sentra untuk memenuhi permintaan, harga daging di pasar-pasar itu masih dalam batas kewajaran," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan kualitas daging-daging yang dijual di pasar-pasar agar tidak merugikan konsumen.

"Sejauh ini daging-daging yang ada masih layak jual dan konsumsi, jika kedapatan pedagang menjual daging yang sudah mengandung bahan kimia berbahaya dan merugikan konsumen maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku," ujarnya.

Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026