"Kami mewaspadai media pembawa penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi, babi dan kambing yang mewabah di Korea Selatan dan Amerika Serikat,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Balai Karantina Pertanian Kelas II Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, mewaspadai ternak sapi dan kambing impor dari Korea Selatan dan Amerika Serikat terkait penyakit mulut dan kuku.


"Kami mewaspadai media pembawa penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi, babi dan kambing yang mewabah di Korea Selatan dan Amerika Serikat," kata Kasi Karantina Hewan BKP Pangkalpinang Herwintarti di Pangkalpinang,Sabtu.  


Ia mengatakan, untuk mencegah wabah penyakit ternak tersebut, pihaknya meningkatkan pengawasan hasil pertanian impor di sejumlah pintu-pintu masuk resmi di Babel, seperti Pelabuhan Pangkalbalam, Tanjungpandan (Belitung), Belinyu, Sadai dan Pelabuhan Muntok.


Selain itu, pengawasan juga diperketat di Bandara Depati Amir dan Bandara H As Hanandjoeddin Belitung seiring meningkatnya lalulintas ternak sapi, kambing menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah ini.


"Kewaspadaan penyakit kuku, mulut dan lainnya pada ternak ini dalam upaya melindungi habitat hayati di Babel," ujarnya.


Selain itu, dalam upaya mendukung program pemerintah daerah mewujudkan daerah swasembada daging dengan meningkatkan pengembangan peternakan sapi.


"Apabila wabah penyakit ternak ini masuk, jelas akan mengganggu pengembangan peternakan karena penularan penyakit ini sangat cepat dan mudah menular ke ternak lainnya," ujarnya.


Menurut dia, kesiagaan pengawasan terutama meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan maupun benda lain yang memiliki kemungkinan terjangkitnya penyakit PMK, memberikan informasi melalui media cetak dan online serta memberikan edukasi pada masyarakat secara luas.

Selain itu, peningkatan pengawasan ini, berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah No.82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan karena sampai saat ini, kami belum menerima surat edaran dari Pemprov Babel terkait penghentian sementara lalu lintas unggas jenis itik.

         "Kami akan langsung menolak atau memusnahkan sapi atau daging impor dari negara endemis penyakit berbahaya ini, agar tidak menyebar dan mengganggu peternakan di Babel," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026