"Kami mengoperasikan posko selama 24 jam untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada calon penumpang kapal laut di terminal pelabuhan,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Posko pengaman mudik di Pelabuhan Pangkalbalam, terhitung H-15 hingga H+15 Idul Fitri 1434 Hijriah, beroperasi 24 jam dalam upaya memberikan pelayanan yang optimal kepada para pemudik di pelabuhan tersebut.
"Kami mengoperasikan posko selama 24 jam untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada calon penumpang kapal laut di terminal pelabuhan," kata Kasi Lalu Lintas Kapal Adpel Pangkalbalam Choyriah Bari di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia menjelaskan pengamanan 24 jam ini karena sebagian besar calon penumpang kapal laut yang tidak mendapatkan tiket atau berangkat esok harinya menginap di terminal pelabuhan.
"Calon penumpang kapal laut yang menginap di terminal pelabuhan ini rawan mengalami kriminalitas seperti pemerasan, perampokan, hipnotis dan tindakan lainnya yang merugikan calon penumpang kapal," ujarnya.
Ia mengatakan untuk menciptakan situasi yang kondusif, pihaknya telah menyiagakan delapan anggota kepolisian dan dibantu petugas dari Pelindo, Balai Kesehatan Pelabuhan dan instansi lainnya.
"Sampai saat ini, kami belum menemukan dan menerima laporan tindakan kriminal dari calon penumpang kapal laut, namun demikian, kami meminta pemudik atau pengunjung pelabuhan untuk melapor apabila mengalami tindakan kriminalitas ke posko pengamanan arus mudik lebaran ini," ujarnya.
Sementara itu, Suryadi, salah seorang calon penumpang kapal laut tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, mengaku posko 24 jam ini sangat memberikan rasa aman kepada calon penumpang kapal yang menginap di terminal pelabuhan.
"Hari ini, terpaksa menginap di terminal pelabuhan karena tiket kapal yang berangkat hari ini sudah habis," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini, calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket kapal laut dari Pelabuhan Pangkalbalam semakin banyak karena kapal penumpang tujuan Pelabuhan Tanjung Priok yang berangkat hanya satu unit jenis roro yaitu KM Sawita.
"Malam ini, kami terpaksa tidur ruang tunggu dan area parkir terminal pelabuhan untuk menghilangkan kelelahan, setelah melakukan perjalanan dari tempat tinggal mereka di berbagai daerah Pulau Bangka hingga ke Pelabuhan Pangkalbalam.
"Saya tidak bisa memesan tiket hari ini (kemarin-red) karena tidak tahu tempat penjualan tiket kapal di Bangka Selatan dan terpaksa membeli tiket di terminal Pelabuhan Pangkalbalam yang ternyata hanya ada tiket kapal Salvia yang berangkat Minggu (28/7) seharga Rp250 ribu," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.