"Penurunan NTP ini karena harga yang diterima petani lebih kecil dibandingkan harga yang dibayar petani di daerah itu,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada Juli 2013 sebesar 100,02 atau turun 0,90 persen dibanding bulan sebelumnya mencapai 100,02.

"Penurunan NTP ini karena harga yang diterima petani lebih kecil dibandingkan harga yang dibayar petani di daerah itu," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan, indeks harga yang diterima petani (IT) merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Terdapat lima subsektor komoditas hasil-hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya.

"Pada Juli 2013, secara umum IT mengalami kenaikan sebesar 1,93 persen dibandingkan dengan IT Juni 2013, yaitu dari 127,39 menjadi 129,84 dan kenaikan IT terjadi karena adanya kenaikan indeks diterima petani pada subsektor tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan dan peternakan, perikanan," ujarnya.

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (IB) terlihat berfluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

"Pada Juli 2013 IB naik sebesar 2,85 persen bila dibandingkan Juni 2013, yaitu dari 126,21 menjadi 129,81," ujarnya.

Menurut dia, indeks kelompok konsumsi rumah tangga (KRT) mengalami kenaikan sebesar 3,14 persen dari 130,90 menjadi 135,01 dan indeks kelompok biaya produksi dan penambahan barang
modal (BPPBM) naik sebesar 1,63 persen dari 115,86 menjadi 117,74.

Ia mengatakan, NTP ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) antara produk pertanian yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam berproduksi dan konsumsi rumah tangga. Dengan membandingkan kedua perkembangan angka tersebut, maka dapat diketahui apakah peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan petani dapat dikompensasi dengan pertambahan pendapatan petani dari hasil pertaniannya.

Atau sebaliknya, apakah kenaikan harga jual produksi pertanian dapat menambah pendapatan petani yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan para petani. Secara umum semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani," katanya.

Pewarta: Pewarta :Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026