Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga sore, dan malam hingga dini hari di Pulau Bangka bagian Utara dan Belitung bagian TimurPangkalpinang (Antara Babel) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau seluruh warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem baik di daratan maupun di perairan pada Kamis (6/10).
"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga sore, dan malam hingga dini hari di Pulau Bangka bagian Utara dan Belitung bagian Timur," ujar Staf Koordinator Unit Analisa pada Kantor BMKG Pangkalpinang, Tri Yulianto, Rabu.
Hanya daratan Tanjungpandan dan Selat Nasik yang berpotensi hujan ringan, sementara di Mentok, Jebus, Belinyu, Sungailiat, Pangkalpinang, Koba, Sungai Selan, Toboali, dan Manggar berpotensi hujan sedang.
Rata-rata kecepatan angin di provinsi ini berkisar 6-18 kilometer per jam, suhu 22-32 derajat celcius dan kelembaban udara 68-99 persen.
Ia mengatakan, tinggi gelombang di perairan Selat Bangka berkisar 0,5 meter, Selat Gelasa, Utara Bangka, Selat Karimata masing-masing 0,75 , dan Selatan Bangka berkisar 1 meter.
"Nelayan dan warga pesisir diharapkan tetap waspada karena ketinggian gelombang di perairan bisa mencapai dua kali dari ketinggian sebelumnya," ujarnya.
Ketinggian gelombang dipicu kecepatan angin yang berkisar 14-44 kilometer per jam yang bertiup dari Selatan ke Barat,
Ia menjelaskan, tinggi pasang air laut maksimum di perairan Sungailiat, Kabupaten Bangka 1,99 meter, di Membalong, Belitung berkisar 2,22 meter, di Toboali Bangka Selatan 1,94 meter, di Kelapa Kampit Belitung Timur berkisar 1,77 meter.
Kemudian di Tanjungpandan Belitung 1,38 meter, di Belinyu, Kabupaten Bangka 1,35 meter dan di Mentok, Kabupaten Bangka Barat 1,46 meter.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.