Penyampaian Raperda tentang Hari Lada Putih Muntok merupakan langkah awal yang patut didukung, kami sepakat untuk melindungi petani lada di Bangka BaratMuntok (Antara Babel) - Legislator Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan apresiasi positif terhadap program yang dilakukan Pemerintah Daerah setempat dalam upaya perlindungan terhadap para petani lada.
"Penyampaian Raperda tentang Hari Lada Putih Muntok merupakan langkah awal yang patut didukung, kami sepakat untuk melindungi petani lada di Bangka Barat," kata Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat, Hendra Kurniady di Muntok, Minggu.
Menurut dia, Raperda yang diusulkan tersebut akan memberikan kejelasan terkait upaya perlindungan kepada para petani lada di daerah itu untuk terus menggeluti usahanya dalam meningkatkan produksi komoditas unggulan tersebut.
"Lada putih Muntok atau yang biasa disebut "Muntok white pepper" merupakan komoditas lokal yang sudah mendunia, melalui Raperda itu diharapkan selain mampu melindungi petani lada juga bisa dikembangkan untuk mengembalikan kejayaannya," katanya.
Ia berharap dengan adanya raperda khusus petani lada tersebut, ke depan ada kejelasan rencana pengembangan lada daerah.
Menurut dia, DPRD kabupaten setempat bersama pemerintah daerah tahun kemarin telah menyepakati adanya anggaran pembagian atau bantuan bibit lada kepada petani.
"Kami berharap pola bantuan bibit lada unggul bisa terus dilakukan untuk membantu permodalan dan memberikan motivasi kepada petani lada agar semakin serius dalam menggeluti usaha perkebunan tersebut," ujarnya.
Selain itu, dia juga mengusulkan agar tenaga penyuluh pertanian dan Distabunak belajar ke salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang sukses dalam pengembangan lada.
"Belum lama ini kami melihat langsung kesuksesan petani lada di daerah itu, kami berharap para penyuluh belajar langsung dan ilmu yang didapat dapat diterapkan di daerah agar para petani semakin meningkat keterampilannya," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.