Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan Gerakan UMKM Go Ekspor, agar produk unggulan daerah ini dapat terus menembus pasar internasional.
"Dinamika ekonomi dan geopolitik global saat ini, kita bersama instansi dan lembaga terkait lainnya menggencarkan Gerakan Go Ekspor UMKM ini," kata Kepala Karantina Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan UMKM Go Ekspor ini merupakan sebuah gerakan dan inisiatif pemerintah dalam membantu pelaku UMKM mengakses dan memasarkan produk komoditas unggulan di pasar internasional, sehingga dapat mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung ini.
"Kita terus mengawal sistem pelayanan secara terpadu dan terintegrasi di border, sehingga masyarakat yang akan melakukan go ekspor tidak mengalami kesulitan untuk mengekspor komoditas unggulan seperti lada putih, daun ketapang, produk turunan kelapa sawit, ikanm udang dan lainnya," katanya.
Menurut dia, di tengah kondisi geopolitik dunia bergejolak yang berdampak langsung terhadap kurs dolar terhadap rupiah yang tinggi. Dalam kondisi ini, tentunya menguntungkan para pelaku UMKM yang melakukan ekspor ke berbagai negara.
"Dengan nilai tukar dolar tinggi ini tentunya berdampak terhadap harga komoditas-komoditas unggulan yang diekspor UMKM dan ini jelas menguntungkan pelaku UMKM tersebut," ujarnya.
Ia menyatakan berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), Karantina Kepulauan Babel mencatat sepanjang Semester I 2026, UMKM tersebut telah berhasil mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris dan Jerman.
Selain daun ketapang, sejumlah UMKM di Babel juga mulai mengembangkan ekspor komoditas pertanian kering lainnya sebagai bagian dari diversifikasi produk berbasis potensi lokal seperti ekspor daun manggis kering mencapai 4.471 kilogram.
"Gerakan UMKM Go Ekspor ini sebagai bukti nyata pemerintah siap mengawal masyarakat untuk dapat berwirausaha secara kompetitif, berdaya saing dan kualitas produk yang memiliki standar Kesehatan, jaminan mutu serta kualitas yang telah ditetapkan peraturan berlaku," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.