Kepada warga di pesisir pantai dan nelayan diimbau untuk mewaspadai ketinggian air pasang tersebut karena sangat membahayakan.Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memprakirakan tinggi pasang air laut di Membalong Kabupaten Belitung pada Kamis (3/11) mencapai 2,25 meter.
"Kepada warga di pesisir pantai dan nelayan diimbau untuk mewaspadai ketinggian air pasang tersebut karena sangat membahayakan," ujar Staf Koordinator Unit Analisa pada Kantor BMKG Pangkalpinang, Evi Diana, Rabu.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tinggi pasang air laut di Sungailiat Kabupaten Bangka 2,11 meter, Toboali Bangka Selatan 1,93 meter, dan Kelapa Kampit Belitung Timur 1,83 meter.
Kemudian di Tanjungpandan Belitung 1,45 meter, Belinyu Bangka berkisar 1,50 meter, dan di Mentok Kabupaten Bangka Barat berkisar 1,71 meter.
Sementara itu, tinggi gelombang di perairan Selat Bangka, Selat Gelasa dan Selatan Bangka masing-masing berkisar 0,5 meter, di Utara Bangka 0,75 meter, di Selat Karimata 1 meter. Rata-rata kecepatan angin berkisar 13-35 kilometer per jam.
"Waspadai potensi terjadinya gelombang cukup tinggi di wilayah perairan Utara Bangka Belitung, dan Selat Karimata bagian utara. Tinggi gelombang dapat mencapai dua kali dari sebelumnya tergantung arah dan kecepatan angin," ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada warga di wilayah Pulau Bangka Bagian Utara dan Belitung Timur untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang hingga sore.
Daratan Mentok, Jebus, Belinyu, Sungailiat, Pangkalpinang, Koba, dan Manggar berpotensi hujan sedang, sementara di Toboali Tanjungpandan, Sungai Selan, dan Selat Nasik berpotensi hujan ringan.
Rata-rata kecepatan angin di provinsi ini berkisar 6-22 kilometer per jam dengan suhu 23-32 derajat celcius dan kelembaban udara 64-98 persen.
"Waspadai kondisi cuaca yang cepat berubah terutama dalam skala lokal," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.