Dari tujuh pelabuhan yang ada, lima mengalami penurunan volume barang angkutan yang dimuat, sedangkan dua lainnya mengalami peningkatan.Pangkalpinang (Antara Babel) - Volume barang angkutan laut yang dimuat pada September 2016 di pelabuhan-pelabuhan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebanyak 351,92 ribu ton atau turun 11,27 persen dibandingkan sebelumnya yang mencapai 396,62 ribu ton.
"Dari tujuh pelabuhan yang ada, lima mengalami penurunan volume barang angkutan yang dimuat, sedangkan dua lainnya mengalami peningkatan," kata Kepala BPS Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Sabtu.
Penurunan terbesar terjadi di pelabuhan lainnya sebesar 73,44 persen, kemudian di Belinyu 23,23 persen, di Tanjungpandan 11,86 persen, di Dendang 10,30 persen, dan di Pelabuhan Manggar 6,95 persen.
Sedangkan di Pelabuhan Tanjung Kalian dan Pangkalbalam masing-masing mengalami kenaikan volume sebesar 181,10 persen dan 17,02 persen.
"Apabila dibandingkan dengan periode yang sebelumnya pada tahun lalu (Januari-September 2015) volume barang yang dimuat naik tajam sebesar 101,21 persen," ujarnya.
Sementara itu, jumlah barang yang dibongkar di pelabuhan pada September 2016 sebesar 218,38 ribu ton atau naik sebesar 0,87 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 216,50 ribu ton.
"Empat pelabuhan tercatat mengalami peningkatan jumlah barang yang dibongkar, dan tiga pelabuhan mengalami penurunan," ujarnya.
Peningkatan terbesar terjadi pada Pelabuhan Lainnya sebesar 204,70 persen, Manggar sebesar 177,08 persen, di Belinyu 83,83 persen, dan di Pelabuhan Tanjung Kalian naik 23,05 persen.
Sedangkan di Pelabuhan Dendang turun dari 0,10 ribu ton menjadi tidak ada, di Tanjungpandan turun sebesar 16,32 persen, dan di Pelabuhan Pangkalbalam turun 6,28 persen.
"Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-September 2015) volume barang yang dibongkar turun sebesar 64,13 persen," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.