Peningkatan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa lainnya sebesar 5,21 persen, industri pengolahan 2,04 persen, serta pertambangan dan penggalian 2,01 persen.
"Peningkatan pengunjung di tempat-tempat rekreasi, meningkatnya industri CPO dan industri logam dasar, serta meningkatnya produksi bijih timah sebagai bahan baku utama logam timah menjadi faktor pendorong tingginya laju pertumbuhan ketiga lapangan usaha itu," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Darwis Sitorus, Selasa.
Selanjutnya, penyediaan akomodasi dan makan minum 1,85 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor meningkat 1,81 persen, jasa keuangan dan asuransi 1,49 persen, informasi dan komunikasi 1,34 persen, real estate 1,09 persen, konstruksi 0,98 persen, jasa pendidikan 0,83 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta pengadaan listrik, gas dan produksi es masing-masing 0,56 dan 0,52 persen.
Sedangkan administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial mengalami kontraksi 1,48 persen, pengadaan air, pengelolaan sampah, dan daur ulang 1,02 persen, transportasi dan pergudangan 0,99 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 0,89 persen, dan jasa perusahaan 0,69 persen.
"Adanya penghematan anggaran menyebabkan laju pertumbuhan lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial mengalami kontraksi," ujarnya.
Dari sisi pengeluaran, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi triwulan III-2016 sebesar 3,62 persen hal ini dikarenakan pengeluaran konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan 6,77 persen, pembentukan modal tetap bruto 5,95 persen, dan impor luar negeri yang menjadi pengurang PDRB juga mengalami pertumbuhan 80,86 persen.
Sementara perubahan inventori, ekspor luar negeri dan net ekspor antar daerah mengalami pertumbuhan negatif yaitu masing-masing sebesar 21,08 persen, 22,74 persen dan 35,77 persen.
"Penurunan ekspor luar negeri yaitu komoditas rempah-rempah, hasil olahan laut, minyak sawit, dan logam timah," katanya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.