Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan juga angin kencang yang terjadi pada siang hingga sore.Pangkalpinang (Antara babel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Pangkalpinang memprakirakan sebagian besar daratan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berpotensi hujan disertai petir pada Senin (14/9).
"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan juga angin kencang yang terjadi pada siang hingga sore," kata Staf Koordinator Unit Analisa Kantor BMKG Pangkalpinang, Tri Yulianto, Minggu.
Ia menyebutkan daratan di Mentok, Jebus, Belinyu, Sungailiat, Pangkalpinang, Koba, Toboali, Tanjungpandan, Manggar dan Selat Nasik berpotensi hujan sedang.
"Hanya daratan di Selat Nasik yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan," katanya.
Rata-rata kecepatan angin di provinsi ini berkisar antara 6 hingga 22 kilometer per jam dari Timur ke Selatan dengan suhu 23-32 derajat celcius dan kelembaban udara 64-98 persen.
Sementara itu, tinggi gelombang signifikan di Selat Bangka, Selatan Bangka, Selat Gelasa, Utara Bangka dan Selat Karimata masing-masing berkisar 0,5 meter. Rata-rata kecepatan angin di perairan itu berkisar 8-34 kilometer per jam.
"Meskipun terpantau ketinggian gelombang normal namun diharapkan nelayan dan jasa angkutan laut tetap waspada karena ketinggian gelombang dapat mencapai dua kal dari tinggi sebelumnya," ujarnya.
Selanjutnya, pasang air laut di Sungailiat Kabupaten Bangka 1,58 meter, Membalong Belitung 2,05 meter, Toboali Bangka Selatan 1,68 meter, Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur 1,72 meter.
Kemudian di Muntok Bangka Barat 0,85 meter, di Tanjungpandan Belitung 1,01 meter dan di Belinyu Kabupaten Bangka 0,88 meter.
"Sebaiknya periksa dulu alat keselamatan ketika hendak melaut apakah sudah lengkap atau belum agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama berlayar," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.