Saat ini sampah belum tertangani dengan baik, sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit kepada masyarakat.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggalakkan Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam menangani tumpukan sampah yang akan menimbulkan berbagai penyakit masyarakat di daerah itu.

"Saat ini sampah belum tertangani dengan baik, sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit kepada masyarakat," kata Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemprov Kepulauan Babel, K.A Tajuddin di Pangkalpinang, Rabu.

Ia meyakini dengan menggencarkan 3R di masyarakat ini dapat mengurangi volume dan tumpukan sampah serta menekan risiko munculnya berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti malaria, DBD, diare dan lainnya di masyarakat.

"Saat ini sampah di TPS mengalami peningkatan, sehingga dapat menimbulkan masalah baru bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan penanganan sampah 3R ini yaitu 'Reduce' artinya mengurangi volume sampah dengan mengurangi penggunaan bungkusan berbahan plastik, 'Reuse' yaitu menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan kembali, sedangkan 'Recycle' yaitu mengelola kembali sampah menjadi produk baru yang bermanfaat.

"Kami akan menggencarkan sosialisasi 3R ini kepada masyarakat, sehingga penanganan sampah ini lebih optimal," ujarnya.

Menurut dia rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar, sehingga TPS yang tersedia tidak mampu lagi menampung sampah yang dihasilkan oleh masyarakat itu.

"Kami akan terus mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai mengurangi sampah dan mengelola sampah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis, sehingga dapat menambah pendapatan keluarganya," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026