Melalui kegiatan itu kami harapkan keterlibatan langsung masyarakat dalam menanam pohon bisa mendukung upaya mengembalikan kejayaan industri kayu...Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menanam 1.000 batang pohon di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Menumbing, Kabupaten Bangka Barat, dalam rangka memperingati Hari Penanaman Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional.
"Melalui kegiatan itu kami harapkan keterlibatan langsung masyarakat dalam menanam pohon bisa mendukung upaya mengembalikan kejayaan industri kayu di Indonesia sebagai sumber devisa melalui pengembangan hutan rakyat," kata Pelaksana Tugas Gubernur Bangka Belitung, Yuswandi A Temanggung, di Muntok, Senin.
Ia mengatakan peringatan HMPI dan BMN 2016 mengambil tema mengembalikan kejayaan industri kayu Indonesia sebagai sumber devisa melalui pengembangan hutan rakyat cukup relevan dengan kondisi Indonesia yang membutuhkan kayu cukup tinggi sekaligus menggerakan perekonomian masyarakat di pedesaan.
"Pelibatan masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat guna memenuhi bahan baku industri kayu menjadi suatu keharusan," katanya.
Menurut dia, luas lahan kritis di Indonesia saat ini mecapai 24,3 juta hektare yang tersebar hampir di seluruh wilayah provinsi, termasuk di wilayah Babel yang memberi kontribusi cukup luas untuk luas lahan tersebut.
Ia mengatakan, apabila menggunakan APBN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menyelesaikan lahan kritis seluas 500.000 hektar pertahun, maka akan dibutuhkan waktu lebih dari 48 tahun untuk mengembalikan lahan kritis menjadi lahan prima.
Dalam kesempatan itu ia meminta jajaran provinsi, kabupaten/kota agar mengalokasikan dana APBD untuk kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon, para pimpinan BUMN, BUMD , BUMS mengalokasikan dana CSR untuk kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon, rektor perguruan negeri dan swasta dan kepala sekolah SD, SMP, SMA mengajak mahasiswa dan pelajar menanam dan memelihara pohon.
"Kepala Kanwilkemenag dan Kepala KUA juga diharapkan untuk mewajibkan kepada setiap pasangan calon pengantin untuk menanam dan memelihara pohon sebanyak-sebanyaknya," kata dia.
Dalam dalam rangka mengembalikan kejayaan industri kayu Indonesia sebagai sumber devisa melalui pengembangan hutan rakyat maka dalam menyiapkan bibit tanaman harus menggunakan benih berkualitas seperti jati, mahoni, jabon dan sengon.
Keberhasilan penanaman dan pemeliharaan pohon sangat tergantung pada beberapa aspek yang meliputi ketepatan perencanaan,ketepatan pemilihan jenis, ketepatan pembibitan, Ketepatan waktu penanaman dan pemeliharaan dan ketepatan penanaman.¿
"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk membudayakan penanaman pohon mulai saat ini," katanya.
Ia mengajak kegiatan menanam pohon tidak hanya menjadi budaya, tetapi pohon yang sakit akan menjadi rasa kesedihan masyarakat dan dapat mengobatinya.
"Jika budaya tersebut diterapkan dalam siklus budaya kehidupan, maka pohon akan banyak membantu dengan terciptanya lingkungan lestari dan hidup nyaman," katanya.
Puncak peringatan HMPI dan BMN 2016 dilaksanakan di Taman Hutan Raya Bukit Menumbing di Lapangan Tembak Kompi Senapan B Yonif 141 Muntok.
Sebanyak 1.000 bibit pohon yang ditanam terdiri dari 800 bibit pohon cemara laut dan ketapang, serta 200 batang bibit pohon mangga dan rambutan.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.