"Peningkatan impor terbesar terjadi pada impor nonmigas, yaitu dari 1,9 juta dolar AS menjadi 10,9 juta dolar AS,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan nilai impor Juli 2013 sebesar 10,9 juta dolar Amerika Serikat, atau naik hingga 245,7 persen dari nilai impor pada bulan sebelumnya sebesar 3,2 juta dolar AS.


"Peningkatan impor terbesar terjadi pada impor nonmigas, yaitu dari 1,9 juta dolar AS menjadi 10,9 juta dolar AS," kata Kepala BPS Bangka Belitung (Babel) Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.


Sementara itu, impor migas turun signifikan hingga 100 persen, atau dari 1,3 juta dolar AS menjadi tidak ada impor migas pada bulan Juli 2013.


Ia mengatakan bahwa total nilai impor Provinsi Bangka Belitung pada periode Januari--Juli 2013 mencapai 33,3 juta dolar AS, atau turun hingga 41,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 57,0 juta dolar AS.


Penurunan nilai impor tersebut, menurut dia, disebabkan turunnya impor nonmigas hingga 50,5 persen dari 50,5 juta dolar AS menjadi hanya 25,0 juta dolar AS.


Sementara itu, impor migas mengalami peningkatan sebesar 27,5 persen dari 6,5 juta dolar AS menjadi 8,3 juta dolar AS.


Ia menjelaskan bahwa nilai impor terbesar, yaitu golongan mesin atau kapal listrik (HS 85) sebesar 3,7 juta dolar AS, kemudian mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) dengan nilai 3,4 juta dolar AS, golongan kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) dengan nilai 2,7 juta dolar AS, dan golongan pupuk (HS 31) dengan nilai 0,5 juta dolar AS.


Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, lanjut dia, yang mengalami peningkatan terbesar adalah mesin atau kapal listrik (HS 85) hingga di atas ribuan persen. Begitu pula dengan mesin-mesin/pesawat mekanik(HS 84) yang meningkat 1270,5 persen, serta kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) meningkat 139,8 persen.


Menurut negara asal, kata Herum, China merupakan negara pemasok barang impor terbesar pada bulan Juli 2013, terjadi perubahan negara pemasok terbesar yang pada bulan sebelumnya, yaitu Singapura.


Nilai impor dari China sebesar 6,7 juta dolar AS dengan kontribusi impor terbesar adalah mesin-mesin/pesawat mekanik dan mesin/peralatan listrik berperan sebesar 61,47 persen terhadap total impor Juli 2013.


Urutan berikutnya Malaysia sebesar 2,3 juta dolar AS dengan kontribusi mesin-mesin/pesawat mekanik. Dan, yang terakhir adalah Singapura dengan nilai impor 1,9 juta dolar AS (17,42 persen) dengan kontribusi kapal laut dan bangunan terapung," katanya.

Pewarta: Pewarta: Ongku Sutan H
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026