Pangkalpinang (Antara Babel) - Sebanyak 300 nelayan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mendaftar menjadi peserta secara mandiri di BPJS Ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang, Heri Subroto di Pangkalpinang, Senin, mengatakan saat ini pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Belitung, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Bangka Belitung dan PT Timah untuk mendiskusikan terkait perlindungan nelayan di wilayah itu.

"Mudah mudahan tahun ini ada peningkatan lagi nelayan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Kami juga punya rencana berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki CSR untuk dialihkan sebagian dananya guna perlindungan nelayan," katanya.

Ia mengatakan, mengenai kendala keikutsertaan nelayan sebagai peserta BPJS hingka kini belum ditemui, selain kurangnya edukasi kepada nelayan. Namun pihaknya akan tetap melakukan pembinaan sehingga nelayan bisa sadar dengan resiko kerja mereka dan mendaftarkan diri untuk menjadi peserta BPJS.

"Untuk klaim sendiri sudah pernah ada, di mana beberapa waktu lalu ada nelayan di Bangka Selatan yang baru satu bulan menjadi peserta meninggal dunia karena kesetrum. Kami langsung berikan santunan sebesar Rp120 juta, inilah yang menjadi daya tarik bagi nelayan yang lain untuk menjadi peserta juga," katanya.

Dia mengatakan, beberapa wilayah nelayan yang telah diberikan edukasi oleh pihaknya antara lain Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan.

"Tahun ini kami akan membuat nota kesepahaman dengan Pemeritah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada nelayan yang ada di sana," ujarnya.

Pewarta: Try Mustika Hardi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026