Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam lima tahun ke depan melakukan langkah diversifikasi ekonomi, untuk mengurangi ketergantungan masyarakat dengan sektor pertambangan bijih timah.
"Diversifikasi ekonomi atau melirik sektor unggulan lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus kita lakukan, untuk mengurangi ketergantungan dengan sektor pertimahan," kata Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Senin.
Efrianda tidak menampik bahwa sektor pertimahan mampu menggerakkan roda ekonomi cukup kencang namun terdapat pula banyak masalah di dalamnya.
"Berbagai persoalan sosial dan hukum selalu berhubungan dengan sektor pertambangan bijih timah yang membuat warga tidak tenang dalam mencari nafkah, maka solusi yang kita tawarkan ke depan adalah diversifikasi ekonomi," ujarnya.
Efrianda tidak bisa memungkiri memang sangat sulit untuk mengajak warga beralih dari sektor pertambangan bijih timah ke sektor lainnya.
"Kita sudah terbiasa hidup dengan ekonomi timah selama beberapa dekade, jadi tidak mudah untuk beralih namun bukan berarti tidak bisa sepanjang kita memiliki komitmen yang kuat dengan melahirkan beberapa program strategis," ujarnya.
Pemkab Bangka Tengah mulai melakukan diversifikasi ekonomi untuk berbagai bidang di antaranya pertanian hortikultura, perikanan budidaya, pariwisata berbasis alam dan budaya menjadi diversifikasi ekonomi yang ingin digerakkan.
"Kami optimis bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta akan mewujudkan diversifikasi ekonomi di Bangka Tengah yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia mengatakan Pemkab Bangka Tengah juga telah menjalin kemitraan dengan beberapa investor asing yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, melainkan mencakup sektor pertanian dan industri hilir.
"Dengan pendekatan yang tepat, kerja sama dengan investor asing dapat menjadi katalisator bagi transformasi ekonomi Bangka Tengah menuju perekonomian yang lebih beragam dan berkelanjutan," ujarnya.
