Medan (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya orang tua dan keluarga memberikan edukasi seks kepada anak demi mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak.
"Ini peringatan untuk kita bersama. Anak-anak ini harus tahu mana badan yang boleh disentuh, mana badan yang tidak boleh disentuh," kata Arifah Fauzi usai menemui seorang anak perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual, di Sentra Bahagia, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu.
Melalui edukasi seks, kata dia, anak akan bisa memahami bagian tubuh mana yang merupakan area privat yang tidak boleh disentuh orang lain.
"Dengan demikian, anak bisa lebih waspada terhadap bahaya kekerasan seksual yang bisa terjadi di lingkungan sekitarnya," ujar dia.
Arifah Fauzi juga meminta orang tua agar memperbaiki komunikasi dengan anak agar anak mau menyampaikan isi hatinya tanpa ragu.
"Ayo kita introspeksi keluarga kita, jangan dikira anak yang diam itu baik-baik saja. Itu perlu diajak bicara apa yang sebetulnya sedang dirasakan, yang sedang dialami," kata dia.
Menteri PPPA menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa keji yang membuat korban anak berujung hamil itu.
Pihaknya mengecam keras perbuatan biadab pelaku.
"Saya sedih ya melihatnya karena si anak ini mengenal pelaku. Itu teman akrab ayahnya," kata dia.
Dalam kasus ini, terjadi relasi kuasa yang timpang antara pelaku dan korban.
Pelaku juga mengancam korban agar tidak melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada orang tua korban.
"Si anak ini tidak bisa bicara karena dia diancam tidak bicara kepada orang tuanya dan itu terjadi berulang kali," kata Arifah Fauzi.
Pelaku diketahui merupakan teman ayah korban.
Pelaku saat ini telah diamankan polisi dan diproses secara hukum.
Pewarta: Anita Permata DewiEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026