Koba, Babel (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Algafry Rahman mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan karakter dan spiritual di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

"Keluarga adalah tempat pertama pendidikan karakter dan spiritual, di tengah kerentanan kondisi sosial maka kehadiran Tuhan dalam keluarga membawa pemulihan dan pertumbuhan karakter,” kata Bupati Algafry saat menghadiri Perayaan Natal Oikumene Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) se-Kabupaten Bangka Tengah di Koba, Jumat.

Bupati Algafry mengatakan keluarga memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan sosial, terutama menghadapi tekanan ekonomi, maraknya pinjaman dan judi daring, serta perubahan relasi sosial akibat perkembangan teknologi.

Ia juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan dan tindakan amoral terhadap anak di bawah umur yang kerap dilakukan oleh orang terdekat.

Karena itu Bupati Bangka Tengah itu menekankan peran guru dalam memberikan edukasi perlindungan diri kepada peserta didik sejak dini.

“Anak-anak harus diajarkan untuk berani menjaga tubuhnya dan memahami bahwa tidak seorang pun, baik orang asing maupun orang yang dikenal, boleh menyentuh bagian sensitif mereka,” ujarnya.

Bupati Algafry juga mengajak para pendidik untuk terus menanamkan nilai toleransi dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat Bangka Tengah.

"Sikap rendah hati dan tidak merasa paling benar menjadi kunci menjaga kerukunan. Perbedaan adalah hal yang manusiawi, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga,” ucap Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman.



Pewarta: Ahmadi
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026