Koba, Babel, (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Zulfan mengatakan pembentukan koperasi sadar wisata menjadi solusi untuk mengatasi kendala pendanaan pengelolaan pariwisata daerah.

'Pariwisata lokal dan Pokdarwis saat ini menghadapi kendala pendanaan akibat berkurangnya alokasi dana dari pusat, maka diperlukan langkah alternatif agar pengelolaan pariwisata tetap berjalan dan berkelanjutan,” kata Zulfan di Koba, Jumat.

Zulfan mengatakan berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah berdampak pada terbatasnya dukungan anggaran bagi sektor pariwisata, termasuk bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Ia menjelaskan pembentukan koperasi sadar wisata diusulkan sebagai wadah untuk menghimpun dan mengelola pendanaan pariwisata secara bersama oleh Pokdarwis.

“Ada usulan agar Pokdarwis berhimpun dan mengelola pariwisata melalui koperasi sadar wisata sebagai solusi pendanaan,” ujarnya.

Menurut Zulfan, keterbatasan anggaran menuntut Pokdarwis untuk lebih kreatif dan mandiri dalam mencari sumber pembiayaan yang bersifat kolaboratif dan partisipatif.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersama 25 Pokdarwis berencana membentuk satu koperasi sadar wisata tingkat kabupaten sebagai tahap awal penguatan kelembagaan pariwisata.

Melalui koperasi tersebut, Zulfan berharap Pokdarwis dapat memperkuat pengelolaan serta pemasaran paket wisata lokal di Kabupaten Bangka Tengah agar lebih kompetitif.



Pewarta: Ahmadi
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026