Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu, memprioritaskan penggunaan produk perikanan dan pertanian lokal sebagai bahan baku utama program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Beberapa hasil sektor perikanan seperti panen ikan dan udang sudah ada kerja sama melalui MoU dengan salah satu SPPG, ini yang kita harapkan.sehingga saling menguntungkan. Kita panen, mereka yang menampung,” kata Algafry di Koba, Rabu.
Menurut Algafry, langkah tersebut dapat mendukung peningkatan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian petani dan nelayan lokal di Kabupaten Bangka Tengah.
Ia mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya dilakukan pada sektor perikanan, tetapi juga sektor pertanian, seperti komoditas cabai dan bawang merah yang nantinya dapat diserap SPPG untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
“Jadi nanti kita yang produksi, lalu pihak SPPG mengambil hasil panen dari petani dan pembudidaya untuk kebutuhan MBG,” ujarnya.
Algafry berharap pola kerja sama tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat sementara.
“Kita harapkan kerja sama seperti ini terus berjalan dan berkelanjutan, tidak hanya sebatas satu kali,” katanya.
Ia menilai program tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor budidaya dan pertanian.
“Yang lebih penting, kita mengedukasi masyarakat bahwa usaha kecil seperti budidaya juga bisa menghasilkan keuntungan,” ujarnya.
Algafry mencontohkan, hasil panen udang vaname di Guntung beberapa waktu lalu langsung dibeli salah satu SPPG sebanyak 200 kilogram dengan harga Rp65 ribu per kilogram.
“Kalau dihitung nilainya sekitar Rp13 juta. Ini cukup baik dibandingkan modal yang dikeluarkan,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi lebih fokus membangun pola pikir masyarakat agar usaha yang telah dibantu pemerintah dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
“Kita ingin masyarakat terus berkembang. Petani maupun pembudidaya jangan berhenti setelah sekali dibantu pemerintah, tetapi harus terus berlanjut dan berkembang,” ujar Algafry.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026