Koba, Babel, (ANTARA) - Kabupaten Bangka Tengah menjadi pusat pembenihan udang vaname di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan produksi benur mencapai 593 juta ekor pada 2025.
"Keberadaan hatchery PT Central Proteina Prima (CPP) di Kecamatan Lubuk Besar yang beroperasi sejak 2022, mampu menjadikan daerah ini sebagai pusat pembenihan vaname," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman hatchery PT CPP di Lubuk Besar, Jumat.
Bupati mengatakan, dengan produksi benih mencapai 593 juta ekor benur, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam provinsi tetapi juga bisa dijual ke luar provinsi.
Keberadaan hatchery, kata dia, berperan strategis dalam memperkuat sektor perikanan budidaya daerah, khususnya dalam penyediaan benih udang vaname yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Bangka Tengah kini menjadi salah satu sentra pembenihan udang vaname di Bangka Belitung. Produksi benur dari hatchery ini telah memenuhi kebutuhan daerah dan mendukung tambak di berbagai wilayah,” kata Algafry.
Ia menjelaskan, hatchery yang mulai beroperasi sejak September 2022 tersebut memiliki kapasitas produksi bulanan sekitar 30 hingga 50 juta ekor benur dan benur yang dihasilkan telah mendapatkan predikat excellent dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Selain mendukung ketersediaan benih, keberadaan hatchery juga berdampak terhadap perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta penguatan tambak rakyat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Berdasarkan data 2025, komoditas udang vaname menjadi penyumbang terbesar produksi perikanan budidaya di Kabupaten Bangka Tengah dengan kontribusi sebesar 75,63 persen atau 1.974,96 ton dari total produksi.
"Kita berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif guna mempertahankan peran daerah sebagai pusat pembenihan udang vaname di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026