"Sekarang masih musim hujan dan sering terjadi cuaca buruk di laut, maka para nelayan harus lebih waspada ketika sedang mencari ikan dengan melihat kondisi cuaca sebelum melaut," kata Kepala DKP Bangka Tengah, Dedi Muchdiyat di Koba, Selasa.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca pada bulan Desember tidak menentu, kadang cerah dan tiba-tiba dalam waktu cepat dapat berubah cukup esktrem sehingga para nelayan harus lebih mengetahuinya.
"Selain itu saya menyarankan kepada nelayan tradisional di daerah ini untuk melengkapi alat keselamatan di antaranya pelampung dan alat keselamatan lainnya saat berada di tengah laut mencari ikan," ujarnya.
Ia mengatakan, rata-rata masyarakat pesisir di Bangka Tengah adalah nelayan tradisional dengan perahu yang sederhana dan alat tangkap yang terbatas, sehingga tidak mampu menghadang gelombang tinggi saat cuaca buruk.
"Para nelayan tradisional disarankan jangan terlalu jauh ke tengah laut menangkap ikan mengingat perahu yang mereka gunakan tergolong kecil dan jangan turun sendiri melaut tetapi mengajak nelayan lainnya," ujarnya.
Ia mengatakan, belakangan ini sering terjadi kecelakaan nelayan saat menangkap ikan di laut dan rata-rata mereka diterjang gelombang tinggi dan angin kencang serta memiliki alat keselamatan yang terbatas.
"Nelayan harus terus memantau informasi terkait kondisi cuaca di laut, terutama prakiraan yang dikeluarkan pihak BMKG," demikian Dedi.
Pewarta: AhmadiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.