"Kenaikan indeks sebesar 0,34 persen disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibanding perubahan indeks harga yang dibayar petani di daerah ini,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) sektor perikanan pada Agustus 2013 mencapai 91,02 atau naik 0,34 persen dibanding sebelumnya sebesar 90,71.
"Kenaikan indeks sebesar 0,34 persen disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibanding perubahan indeks harga yang dibayar petani di daerah ini," kata Kepala BPS Babel Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, kenaikan yang terjadi pada indeks harga yang diterima petani (IT) karena indeks pada subkelompok penangkapan naik sebesar 1,40 persen dan subkelompok budidaya naik 0,44 persen.
"Pemicu utama kenaikan indeks subkelompok tersebut yaitu naiknya indeks beberapa komoditi antara lain ikan kerisi, ikan tongkol dan ikan belanak (penangkapan) serta ikan nila (bididaya)," kata Herum.
Sedangkan kenaikan yang terjadi pada indeks harga yang dibayar petani (IB) karena adanya kenaikan indeks pada kelompok Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 1,31 persen dari 133,32 menjadi 135,04 dan kenaikan indeks pada kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,55 persen dari 109,97 menjadi 110,57.
"Kondisi cuaca perairan Babel yang cukup tenang dan gelombang rendah menyebabkan hasil tangkapan nelayan meningkat," ujarnya.
Sementara itu, kata Herum, NTP sektor peternakan mengalami penurunan 0,11 persen dari 96,87 menjadi 96,77.
"IT dan IB peternak Babel mengalami kenaikan namun perubahan antara indeks harga yang dibayat petani lebih besar dari yang di terimanya," jelas Herum.
Ia mengungkapkan, kenaikan yang terjadi pada IT karena indeks pada subkelompok ternak besar naik sebesar 0,08 persen, subkelompok unggas naik 1,48 persen dan subkelompok hasil ternak naik 0,45 persen.
Pemicu utama kenaikan indeks subkelompok itu adalah naikinya indeks beberapa komoditi antara lain, sapi potong (ternak besar), itik/bebek (unggas) dan telur (hasil ternaik).
Sedangkan kenaikan yang terjadi pada IB karena adanya kenaikan indeks pada kelompok KRT sebesar 1,18 persen dari 133,07 menjadi 134,64 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,13 persen dari 106,41 menjadi 106,55.
Menurut dia, NTP ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di suatu wilayah. Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase.
Pewarta: Pewarta: Ongku Sutan HUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.