Pasang air laut dipengaruhi oleh tiupan angin yang kencang dan bisa berubah kapan saja.Pangkalpinang (Antara Babel) - Pasang air laut di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat (30/12) diprakirakan meningkat dibanding sebelumnya.
"Pasang air laut dipengaruhi oleh tiupan angin yang kencang dan bisa berubah kapan saja," kata Staf Koordinator Unit Analisa pada Kantor BMKG Pangkalpinang, Muhammad Nurwahyudi, Kamis.
Ia menjelaskan, tinggi pasang air laut di Sungailiat Kabupaten Bangka diprakirakan meningkat menjadi 2,40 meter dari sebelumnya 2,28 meter, di Membalong Belitung menjadi 2,24 meter dari sebelumnya 2,20 meter.
Kemudin pasang air laut di Tanjungpandan Belitung menjadi 1,60 meter dari sebelumnya 1,52 meter, Mentok Bangka Barat menjadi 2,20 meter, Belinyu Kabupaten Bangka 1,78 meter dan di Toboali Kabupaten Bangka Selatan menjadi 1,98 meter.
"Hanya pasang air laut di Kelapa Kampit yang mengalami penurunan menjadi 1,92 dari sebelumnya 1,95 meter," ujarnya.
Sementara itu tinggi gelombang di Selat Gelasa, Perairan Utara Pulau Bangka Belitung dan Selat Karimata berpotensi mencapai 3 meter, sedangkan di Selat Bangka dan Selatan Bangka berkisar 0,75 dan 1 meter.
"Diimbau nelayan tradisional agar menghindari perairan di Selat Gelasa, Perairan Utara Pulau Bangka Belitung dan Selat Karimata karena ketinggiannya sangat membahayakan apalagi fasilitas keselamatan nelayan tradisional masih minim," ujarnya.
Ia mengatakan daratan yang berpotensi hujan sedang yaitu Mentok, Jebus, Sungailiat, Belinyu, Pangkalpinang, Toboali, Tanjungpandan, Manggar, dan Selat Nasik.
"Hanya daratan Koba dan Sungai Selan yang berpotensi hujan ringan. Kami juga mengimbau agar waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang - lebat disertai petir dan angin kencang pada pagi - sore terutama di wilayah Bangka bagian Utara dan Selatan serta Belitung," ujarnya.
Rata-rata kecepatan angin di provinsi ini berkisar 6-26 kilometer per jam, suhu 23-31 derajat celcius, dan kelembaban udara 68-97 persen.
Pewarta: Donatus Dasapura PutrantaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.