Pangkalpinang (ANTARA) - Kanwil DJPb Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan selama Semester I 2025 sebanyak 173.000 warga di Kepulauan Babel menerima bantuan sosial (bansos) Rp105,4 miliar, sebagai langkah pemerintah meningkatkan daya beli dan perekonomian masyarakat.
“Alhamdulillah, penyaluran bansos untuk empat program utama periode Januari hingga Juni tahun ini mencapai Rp105.435.140.000,” kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kepulauan Babel Sukriyah di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan selama Semester I Tahun 2025 penyaluran bansos di Kepulauan Babel mencapai Rp105.435.140.000 diserahkan kepada 173.000 penerima manfaat yang tersebar di kabupaten dan kota di Negeri Serumpun Sebalai ini.
"Penyaluran bansos yang disalurkan untuk empat program utama, yaitu bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), dan Bantuan Yatim Piatu (YAPI)," katanya.
Ia menjelaskan Program BPNT telah menyalurkan sebesar Rp63.928.600.000 kepada 119.248 kepala keluarga (KK).
"Bantuan melalui akun elektronik ini memudahkan penerima membeli bahan pangan bergizi di e-Warong KUBE PKH atau pedagang mitra Bank Himbara, sehingga mendorong pemberian nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu" katanya.
Kemudian program PKH menyasar 49.052 keluarga penerima manfaat (KPM), yang mana Rp34.766.700.000 yang disalurkan secara bertahap melalui bank-bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN).
Selanjutnya penyaluran KIP Kuliah yang telah terealisasi sebesar Rp4.230.600.000, telah membantu biaya pendidikan 641 mahasiswa di seluruh kabupaten/kota di Babel. Terakhir Program YAPI yang telah mendukung sebanyak 5.016 anak yatim piatu dengan realisasi sebesar Rp2.509.240.000.
"Program KIP kuliah melalui IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik selama semester pertama tahun ini mengalami kenaikan pagu yang signifikan dari Rp8,1 miliar menjadi Rp9,9 miliar, dengan sasaran 925 penerima," katanya.
Ia menambahkan meskipun secara umum tidak ada kendala teknis penyaluran, namun pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan penyaluran dana sesuai Rencana Penarikan Dana (RPD) bulanan demi optimalisasi pencatatan keuangan.
"Realisasi bansos semester I tahun ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial dan mendorong pemerataan kesejahteraan," katanya.
