Sepanjang 2016 kami mendapat banyak laporan baik dari wali murid maupun masyarakat tentang pelecehan seksual dan kekerasan di lingkungan sekolah...Pangkalpinang (Antara Babel) - Anggota Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rio Setiady berharap tahun ini di seluruh sekolah tidak ada lagi kasus asusila.
"Sepanjang 2016 kami mendapat banyak laporan baik dari wali murid maupun masyarakat tentang pelecehan seksual dan kekerasan di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan sesama peserta didik maupun melibatkan oknum tenaga pendidik. Untuk itu tahun ini kami tidak mau kasus seperti itu terulang lagi," katanya di Pangkalpinang, Rabu.
Dikatakannya, Pangkalpinang secara akademis memiliki prestasi yang cukup membanggakan hingga ke tingkat nasional. Selain itu Pangkalpinang juga sudah meluncurkan kota layak anak, maka sudah sewajarnya jika banyak harapan untuk pendidikan yang baik di kota ini.
"Saya kira sebagai lembaga pendidikan pencetak kaum intelektual, sekolah hendaknya mampu memberikan lingkungan yang dapat menjadi tauladan dari berbagai aspek, akademis maupun moralitasnya. Keduanya harus seimbang, tak banyak manfaatnya jika kecerdasan akademis yang tak diimbangi dengan akhlakul karimah," ujarnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan pantauan di lapangan banyak hal yang harus dibenahi termasuk jika ada oknum tenaga pendidik yang menjadi bagian dari masalah tersebut.
"Sekolah tak perlu menutup-nutupinya, justru masyarakat harus diberikan informasi karena bisa jadi ada banyak korban yang belum berani mengungkapkannya seperti kasus yang baru terjadi baru baru ini," katanya.
Pemerintah kota dalam hal ini dinas pendidikan jangan menganggap remeh peristiwa berantai yang seakan tak berhenti terjadi setiap bulannya.
Selain itu, pengawas sekolah juga harus pro aktif turun ke sekolah-sekolah guna melihat bagaimana kondisi di lapangan, apakah ada pelanggaran normatif baik terhadap Perda Pendidikan maupun undang-undang secara umum.
"Jika memang ada, jangan segan untuk beri sanksi sesuai aturan yang berlaku," katanya.
Pewarta: Try Mustika HardiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.