Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menargetkan laju pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 3,71 hingga 3,84 persen pada 2026, sebagaimana tercantum dalam dokumen Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang telah disampaikan kepada DPRD setempat.
"Target pertumbuhan pada 2026 mengalami kenaikan sekitar 0,2 hingga 0,3 persen poin dibanding estimasi laju pertumbuhan pada 2025 sebesar 3,5 persen," kata Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Babel, Selasa.
Efrianda mengatakan target tersebut disusun sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi pemulihan ekonomi, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan di tingkat masyarakat.
"Target indikator makro ini disusun berdasarkan evaluasi capaian tahun sebelumnya serta mempertimbangkan dinamika ekonomi nasional dan global," ujarnya.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2026 sejalan dengan target-target lain seperti naiknya PDRB per kapita dan IPM, serta turunnya tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Selain proyeksi pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah setempat juga menargetkan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita berada dalam kisaran Rp59,31 juta hingga Rp61,02 juta.
Untuk menekan kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tingkat kemiskinan ditargetkan berada pada angka 5,12 persen.
Sedangkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) diproyeksikan turun ke kisaran 3,90 hingga 3,92 persen.
Pemerintah juga menetapkan rasio Gini sebesar 0,210, yang mencerminkan upaya menurunkan ketimpangan pendapatan di masyarakat.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 73,69, naik dari capaian tahun sebelumnya.
Di sektor lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dipatok pada angka 73,03, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan berkelanjutan.
"Kami berkomitmen terus menjaga stabilitas fiskal, memperkuat kinerja ekonomi daerah, dan memperluas dampak pembangunan ke seluruh lapisan masyarakat," sebut Efrianda.
