Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat di Kepulauan Babel pada Maret 2025 diukur oleh gini ratio sebesar 0,222, atau turun 0,013 poin dibanding September 2024 sebesar 0,235.
"Nilai gini ratio selama periode Maret 2015 hingga Maret 2025 berfluktuasi dan dalam rentang ini, gini ratio mencapai angka tertinggi pada September 2016 sebesar 0,288," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, gini ratio di daerah perkotaan selalu menunjukkan angka lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Pada Maret 2025, gini ratio di perkotaan 0,232 menurun 0,019 poin dibanding September 2024 sebesar 0,251," katanya.
"Gini ratio daerah perdesaan pada Maret 2025 sebesar 0,199, atau naik 0,010 poin dibanding September 2024 sebesar 0,189," ujarnya.
Selain gini ratio, ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran Bank Dunia.
Berdasarkan ukuran ini, tingkat ketimpangan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tingkat ketimpangan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah angkanya di bawah 12 persen, ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 12 hingga 17 persen, serta ketimpangan rendah jika angkanya berada di atas 17 persen.
"Pada Maret tahun ini, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah sebesar 26,64 persen yang berarti ada pada kategori ketimpangan rendah," katanya.
Ia mengatakan, kondisi ini meningkat jika dibandingkan dengan September 2024 yang sebesar 25,77 persen, dan juga meningkat jika dibandingkan dengan Maret 2024 sebesar 25,83 persen.
Pada Maret 2025 persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perkotaan sebesar 25,93 persen. Sementara persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perdesaan tercatat sebesar 28,01 persen.
"Dengan demikian, menurut kriteria Bank Dunia daerah perkotaan dan perdesaan termasuk ketimpangan rendah," katanya.
