Sungailiat (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan cuaca panas di daerah setempat saat ini menjadi waktu yang tepat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) Aedes aegypti guna mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Masyarakat harus memperhatikan dan membersihkan lingkungan sebagai cara awal mencegah penyebaran DBD," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi di Sungailiat, Jumat.
Cuaca yang panas seperti saat ini, kata dia, memudahkan masyarakat membersihkan lingkungan karena tidak ada genangan air di lingkungan rumah.
"Selain menjaga kebersihan lingkungan, menguras bak mandi harus tetap rutin dilakukan untuk mengantisipasi adanya jentik nyamuk di bak mandi itu," katanya.
Berdasarkan laporan dari setiap puskesmas di daerah itu, jumlah pasien DBD yang mendapat perawatan di puskesmas hingga akhir Juni 2025 tercatat 255 orang.
Penyakit demam berdarah adalah penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang dapat mengakibatkan kematian.
Penularan demam berdarah hanya terjadi melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi virus dengue sebelumnya sehingga demam berdarah tidak bisa menular secara langsung dari penderita ke orang lain melalui kontak fisik.
"Saat cuaca panas diharapkan angka kasus DBD tidak mengalami peningkatan karena biasanya kasus ini meningkat saat musim penghujan yang disebabkan genangan air untuk berkembang biak nyamuk Aedes aegypti," kata dia.
