Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan kompetensi para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) agar lebih terampil dalam memberikan pendampingan anak-anak di daerah itu.
"Pelatihan kepada para pendidik PAUD ini diberikan agar mereka memahami dan terampil dalam menjalan Program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), sehingga anak-anak bisa berkembang secara menyeluruh dan terpadu," kata Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat Teni Wahyuni di Mentok, Senin.
Menurut dia, peningkatan kompetensi para pendidik PAUD penting agar mereka memahami konsep dan praktik layanan PAUD HI yang terpadu dan menyeluruh, sehingga akan terjalin sinergi antara satuan PAUD dengan sektor kesehatan, perlindungan anak, dan layanan sosial di wilayah masing-masing.
Selain itu, para pendidik PAUD juga perlu menyiapkan rencana aksi dalam pengembangan layanan PAUD HI yang kontekstual sesuai dengan karakteristik wilayah dan sumber daya manusia agar agar sesuai dengan visi misi menuju Bangka Barat Bermartabat.
Untuk mendukung hal tersebut, sebagai langkah awal sebanyak 160 pendidik PAUD dari enam kecamatan telah diberikan materi penguatan kapasitas satuan PAUD dalam melaksanakan layanan PAUD HI.
"Untuk tahap pertama kita berikan kepada 61 orang pendidik dari Kecamatan Mentok dan Simpangteritip, tahap dua 54 orang pendidik dari Kecamatan Kelapa dan Tempilang, dan terakhir 45 pendidik dari Kecamatan Jebus dan Paritiga," katanya.
"Kami berharap mereka menguasai konsep da praktik layanan PAUD HI sehingga mampu mengoptimalkan seluruh aspek perkembangan anak yang dilakukan secara simultan, sistematis, dan terintegrasi," katanya.
Layanan PAUD HI merupakan pendekatan pelayanan yang menyeluruh terhadap kebutuhan anak usia dini meliputi pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, serta perlindungan dan kesejahteraan.
Bunda PAUD Kabupaten Bangka Barat Evi Astura Markus mengatakan PAUD HI adalah bentuk layanan dalam menggabungkan sektor pendidikan, kesehatan gizi, perawatan atau pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan anak yang diberikan secara simultan dan berkelanjutan.
"Dengan semangat baru menghadirkan layanan PAUD yang semakin berkualitas perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas diri para pendidik yang mampu membangun komunikasi aktif dengan orang tua dan sektor lain sehingga setiap lembaga PAUD bisa menjadi pusat layanan ramah anak," katanya.
Pihak berkomitmen seluruh PAUD terus mendukung, mendampingi, dan mengadvokasi agar layanan holistik dan integritas dapat berjalan optimal.
"Ini bentuk tanggung jawab kita dalam membangun pondasi kuat untuk generasi Indonesia Emas 2045. Semoga langkah besar ini dapat mewujudkan PAUD yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026