Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membangun gedung Sekolah Luar Biasa di Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat untuk memberikan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan layak bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
"Pembangunan gedung sekolah luar biasa (SLB) bukan hanya program pemerintah, ini bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional kita bersama untuk memastikan tidak ada anak-anak di Bangka Belitung yang kehilangan hak hanya karena kondisi fisik, mental, atau latar belakang sosial," kata Gubernur Babel Hidayat Arsani di Kelapa, Bangka Barat, Senin.
Hidayat Arsani melakukan kunjungan ke Kelapa, Kabupaten Bangka Barat dalam rangkaian peletakan batu pertama pembangunan gedung SLB Negeri Kelapa.
SLB Negeri Kelapa merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Khusus yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pembangunan sekolah ini memanfaatkan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2025 sebesar Rp6,2 miliar.
Menurut Hidayat, pendidikan harus membebaskan, memberdayakan, dan memanusiakan manusia dan pendidikan luar biasa merupakan jembatan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus untuk bisa mengejar cita-citanya.
Bupati Bangka Barat Markus mengatakan pembangunan SLB Negeri Kelapa merupakan keinginan bersama dalam rangka memberikan perhatian kepada masyarakat dan anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan.
"Mereka juga memiliki hak yang sama dan pemerintah menjamin hak-hak seluruh warga negara," katanya.
Menurut dia, sampai saat ini di Kabupaten Bangka Barat baru terdapat satu lokasi SLB, yaitu SLB Negeri Mentok, dengan adanya SLB di Kecamatan Kelapa diharapkan mampu menjangkau seluruh anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Kelapa, Jebus, Tempilang dan Parittiga.
Menurut dia, semua sekolah wajib menyelenggarakan pendidikan inklusi yang artinya tetap memberikan layanan bagi anak berkebutuhan khusus, kecerdasan istimewa dan bakat istimewa.
"Untuk mewujudkan hal itu pemerintah selalu mendukung dengan pemberian pelatihan bagi guru pembimbing agar semakin berkompeten dan berdaya saing tinggi. Jika hal ini tercapai kami yakin akan mampu mewujudkan cita-cita bersama menjadikan Bangka Barat berkeadilan, makmur, tangguh, bersahabat," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026