Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melibatkan peran swasta dalam membantu meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat tidak mampu melalui Program Pembangunan Rumah Layak Huni.
"Peran swasta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Pembangunan Rumah Layak Huni sangat penting supaya mempercepat penanganan rumah tidak layak huni," kata Penjabat (Pj) Bupati Bangka Jantani Ali di Sungailiat, Selasa.
Ia mengatakan tercatat lebih dari ratusan rumah tidak layak huni di Kabupaten Bangka yang tersebar di delapan wilayah kecamatan. Kondisi ini harus ditangani bersama-sama.
Selain swasta, kata dia, peran organisasi membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga diperlukan, seperti Baznas Kabupaten Bangka yang telah membantu peningkatan pembangunan rumah layak huni, pembangunan jamban, dan kegiatan lain.
"Saya optimis dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, swasta, organisasi masyarakat program rumah layak huni mampu tercapai sesuai yang diharapkan," katanya.
Jantani Ali berpendapat program rumah layak huni sudah terpenuhi berdampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan, pengentasan kasus stunting, dan penanganan sosial yang lain.
Beberapa indikator rumah itu tidak layak huni terkait ketahanan bangunan, kesehatan, sanitasi, dan kecukupan ruang. Kalau dalam satu keluarga itu ada 4 orang, kata dia, minimal rumahnya tipe 36.
Program Pembangunan Rumah Layak Huni yang dicanangkan pemerintah, kata Jantani Ali, bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan hunian yang aman, sehat, dan terjangkau.
